IHSG Hari Ini Berakhir Positif, Sentimen Minyak Global Reda Jadi Pendorong
Kamis, 25 Jun 2026, 18:28 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang mendapat sentimen positif dari koreksi harga minyak global.
Penurunan harga minyak dipandang mampu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan biaya energi, sehingga meningkatkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten.
Bagi Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi, pelemahan harga minyak juga berpotensi mengurangi tekanan pada neraca perdagangan dan fiskal.
Kondisi ini mendorong minat beli di pasar saham, meski pelaku pasar tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6) sore ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999,04 mengikuti bursa kawasan Asia, seiring sentimen koreksinya harga minyak mentah di tingkat global.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,58 poin atau 1,66 persen ke posisi 587,75.
"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico saat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/6).
Nico mengatakan koreksi harga minyak telah meredakan kekhawatiran inflasi, dan mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Sementara itu, dari China, People's Bank of China (PBoC) menyatakan akan melakukan overnight reverse repurchase operations pada Senin (29/06) dan Selasa (30/06), guna meningkatkan pengelolaan likuiditas jangka pendek di sistem perbankan.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan aliran dana asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun dan obligasi pemerintah, dengan total dana masuk mencapai sekitar Rp105 triliun sepanjang Juni hingga saat ini.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran setelah peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking turun 21 peringkat.
âIHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,â ujar Nico.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori menguat sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpun sektor infrastruktur yang naik 3,89 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 3,21 persen dan 2,89 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu RBMS YUPI, KONI, FUTR dan ZONE. Sedangkan saham-saham yang mengalami RBMS, pelemahan harga terbesar yakni BSSR, HBAT, PTPW, TRUS, dan LUCY.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.666.0000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,91 miliar lembar saham senilai Rp13,63 triliun. Sebanyak 562 saham naik, 148 saham menurun dan 249 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 4,61 persen ke 72.366,34, indeks Shanghai menguat 0,23 persen ke 4.120,28, indeks Kuala Lumpur melemah 1,09 persen ke 1.663,82, dan indeks Strait Times menguat 0,06 persen ke 5.218,96.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tekan Populasi Ikan Sapu-Sapu, Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak
-
Timur Tengah Bergolak, Bapanas: Stok Pangan RI Aman, Impor Tak Lewat Jalur Perang
-
Pemkab Bandung dan Kementerian PU Sepakati Anggaran Rp220 Miliar untuk Penanganan Banjir
-
Program MBG Dongkrak Penghasilan Para Petani di Lebak, Bantu Kesejahteraan Keluarga
-
Wapres Sara Duterte Terancam Digulingkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.