Kemenbud Dorong Pelurusan Sejarah Tokoh WR Soepratman
Selasa, 23 Jun 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong pelurusan sejarah WR Soepratman sekaligus memperkuat literasi kepahlawanan bagi generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting karena riwayat hidup pencipta lagu Indonesia Raya itu masih menyisakan sejumlah perbedaan versi yang harus diluruskan.
Komitmen itu disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menerima keluarga W.R. Soepratman di Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan pada Senin (22/6).
Menurut dia, WR Soepratman bukan hanya pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya bagi bangsa Indonesia. Ia juga berperan penting membangkitkan semangat kebangsaan pada masa perjuangan menuju kemerdekaan nasional.
Karena itu, kisah hidup dan perjuangan WR Soepratman perlu dikenalkan lebih dekat kepada generasi muda. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pemahaman sejarah dan nilai kebangsaan di masyarakat.
"Riwayat hidup WR Soepratman patut menjadi teladan. Semangat nasionalisme, kreativitas, dan perjuangannya layak dikenal generasi penerus," kata dia dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (23/6).
Ia mengungkapkan Kementerian Kebudayaan telah menjalankan berbagai program penguatan literasi sejarah selama dua tahun terakhir. Salah satunya melalui lomba menulis surat untuk pahlawan pada peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya.
Selain itu, kementerian juga memutar karya-karya musik WR Soepratman di Museum Kebangkitan Nasional secara berkala. Program tersebut bertujuan mendekatkan generasi muda dengan sosok dan perjuangan para pahlawan bangsa.
Ia menyampaikan, pelurusan sejarah dapat dilakukan melalui penulisan buku berbasis silsilah keluarga dan sumber lisan. Langkah tersebut diharapkan mampu melengkapi berbagai informasi yang berkembang mengenai kehidupan WR Soepratman.
Perwakilan keluarga WR Soepratman, Agustiani HS, menyambut baik dukungan yang diberikan Kementerian Kebudayaan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pahlawan nasional perlu terus diperkuat untuk meningkatkan literasi sejarah masyarakat.
"Pelurusan sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga memberikan pemahaman yang utuh. Dengan demikian, generasi mendatang dapat mengenal sosok yang berperan dalam perjalanan bangsa secara lebih baik,â ucap dia.
Lebih lanjut, Menbud Fadli menegaskan Kementerian Kebudayaan akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak terkait pelestarian sejarah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat program kebudayaan dan literasi kepahlawanan bagi generasi muda Indonesia.
"Semoga ke depan ada lebih banyak agenda yang dapat memperkuat pelestarian sejarah WR Soepratman. Termasuk literasi kepahlawanan bagi generasi muda," kata dia. ils/I-1
- WR Soepratman
- Kemenbud
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Jakarta Pastikan SMP Negeri Baru di Lebak Bulus Segera Beroperasi
-
Polisi Siagakan Posko di RSUD Bekasi, Kawal Penanganan 22 Korban Kecelakaan Kereta
-
PKK Makassar Perkuat Pemberdayaan Keluarga untuk Wujudkan Kota Unggul
-
Diserbu 59 Ribu Wisatawan, Istana Pagaruyung Membludak Saat Lebaran!
-
Pemkab Donggala Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.