'Food Safety Class' Upaya Pelaku Usaha Kuliner Banyumas untuk Tingkatkan Pemahaman Keamanan Pangan
Sabtu, 20 Jun 2026, 22:33 WIBPURWOKERTO, JAWA TENGAH - Pelaku usaha kuliner di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan melalui kegiatan Food Safety Class yang digelar Intisari Purwokerto sebagai upaya memperkuat penerapan standar keamanan pangan di sektor makanan dan minuman.
Pendiri Intisari Purwokerto, Eddy Setio di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya penerapan keamanan pangan secara konsisten.
"Ketika pelaku usaha memahami prinsip food safety (keamanan pangan) dan menerapkannya secara konsisten, maka risiko komplain, produk rusak, retur, hingga potensi keracunan makanan dapat ditekan, sementara kepercayaan pelanggan dan daya saing usaha dapat meningkat," katanya.
Menurut dia, keamanan pangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh pelaku usaha pangan, mulai dari hotel, restoran, kafe, katering, bakery hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menghadirkan pakar kuliner nasional Stefu Santoso yang memiliki pengalaman panjang di industri perhotelan dan restoran serta tercatat sebagai Worldchefs Certified Continental Judge.
âKegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi kami dengan Association of Culinary Professionals (ACP) dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sektor kuliner,â katanya.
Sejak berdiri pada 1981, pihaknya tidak hanya berperan sebagai toko bahan kue dan mitra usaha boga, tapi juga mengembangkan fungsi edukasi bagi pelaku usaha kuliner lokal melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas.
Sementara itu, pakar kuliner nasional Stefu Santoso mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya keamanan pangan dalam operasional bisnis makanan dan minuman.
"Hari ini kami mengadakan workshop tentang food safety bersama Intisari untuk memberikan pemahaman mengenai keamanan pangan bagi pelaku usaha di Purwokerto dan sekitarnya, sehingga dapat membantu mereka menjalankan bisnis F&B (Food and Beverage) dengan lebih baik," katanya.
Menurut dia, keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha di sektor makanan dan minuman.
"Food safety atau keamanan pangan merupakan salah satu kunci bagi kelangsungan bisnis F&B. Ketika pelaku usaha menerapkannya secara konsisten, risiko komplain, produk rusak hingga potensi keracunan makanan dapat ditekan, sementara kepercayaan pelanggan dan daya saing usaha meningkat," kata Stefu. Ant
- Kuliner Indonesia
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Gandeng Kementerian Pariwisata, Grab Indonesia Umumkan Pemenang Grab Bintang 5 Awards
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Hari Ini Sudah Empat Kali Letusan
-
Harga Telur Ayam Rp31.950/Kg, Bawang Merah Rp46.100/Kg
-
Trump Mengatakan Tidak Ingin Memperpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
-
Kompetisi Menu Steak HOLYCOW! Berhadiah Rp20 Juta dan Kursus Kuliner Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.