Tim SAR Temukan Jasad Pemuda Terseret Arus Sungai Rongkong
Rabu, 17 Jun 2026, 16:20 WIBMAKASSAR -- Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad pemuda bernama Firman usia 24 tahun yang sebelumnya terseret arus deras di Sungai Baebunta, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6).Â
"Korban berhasil ditemukan pada pencarian hari kedua dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung sejauh delapan kilometer dari lokasi kejadian awal di Sungai Rongkong,," ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar melalui keterangannya diterima, Rabu.Â
Dari informasi awal, kejadian pada Sabtu, 13 Juni 2026 sekira pukul 15.30 WITA. Korban mencoba menyeberangi Sungai Baebunta meski kala itu debit air sedang meninggi setelah hujan deras mengguyur di wilayah Luwu Raya. Â
Saat menyeberang, korban malah terseret arus deras sungai setempat hingga membawanya ke Sungai Rongkong. Upaya pertolongan awal dilakukan warga sekitar, namun terkendala arus yang sangat deras.Â
Kejadian ini baru dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara (Lutra) diterima Kepala Bidang BPBD setempat Andi Hamsa pada Senin, (15/6/2026) sekitar pukul 10.10 WITA.Â
Laporan ini ditindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Basarnas. Selanjutnya menurunkan satu tim penyelamat dari Pos Unit Siaga SAR Masamba menuju Sungai Rokkong Luwu Ujung, Kecamatan Baebunta Selatan, Luwuk Utara, untuk pelaksanaan Operasi SAR.Â
Â
Pencarian intensif dilakukan Tim SAR Gabungan melalui penyisiran sungai menggunakan perahu karet menuju hulu sejauh tiga kilometer dan hilir sejauh delapan kilometer, serta penyisiran jalur darat sejauh lima kilometer.
Pencarian hari pertama korban belum ditemukan. Namun pada hari kedua penyisiran kembali dilaksanakan di Sungai Rongkong, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan,hingga jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di sungai. Â
"Setelah korban ditemukan, lalu dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini," papar Arif Anwar. Â
Dengan ditemukannya jenazah korban, maka Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dan bersinergi dengan sangat baik di lapangan patut mendapat apresiasi karena korban berhasil ditemukan dan dievakuasi selanjutnya dibawa ke rumah duka. Â
Operasi SAR tersebut atas keterlibatan dan kerja sama SAR Gabungan terdiri dari personil Basarnas, BPBD Luwu Utara, TNI AD, Brimob, Dinas Sosial, MEPUSA, Pemadam Kebakaran Luwu Utara, Wahana Muda Indonesia (WMI), serta aparat desa dan masyarakat setempat.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Pemerintah Siapkan Anggaran Hadapi Ancaman Kekeringan
-
KPSHK Sebut Perhutanan Sosial Perlu Diposisikan sebagai Restorasi Berkelanjutan untuk Bernilai Ekonomi
-
Sudah Beroperasi, JPO Sarinah Jadi Percontohan Akses Inklusif
-
Cetak Satu Gol untuk Kemenangan Newcastle di Final Piala Liga, Dan Burn Merasa "Bak Bermimpi"
-
Puncak Kemarau di Banten Diprediksi BMKG pada Juli hingga Agustus 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.