Pemerintah Fokus Tingkatkan Produksi Pangan Kalimantan Selatan melalui Optimalisasi Irigasi dan Pembangunan Sawah Baru
Selasa, 16 Jun 2026, 03:00 WIBBanjarbaru - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah memfokuskan strategi intensifikasi pertanian di Kalimantan Selatan melalui optimalisasi jaringan irigasi, pembangunan sawah baru dan dukungan infrastruktur bendungan untuk meningkatkan produksi pangan.
âStrategi tersebut dipilih karena luas lahan sawah di Kalimantan Selatan relatif terbatas sehingga peningkatan produktivitas menjadi langkah utama untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung peran daerah sebagai penyangga pangan regional Kalimantan,â ujar dia di Banjarbaru, Senin (15/6).
Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah sasaran pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan dan Air Nasional yang bertujuan memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.
âJaringan irigasi primer dan sekunder di Kalimantan Selatan saat ini telah mencakup sekitar 500 ribu hektare, sedangkan luas lahan sawah yang tersedia sekitar 300 ribu hektare sehingga pemerintah akan mengoptimalkan pembangunan saluran tersier agar jaringan irigasi yang telah terbangun dapat dimanfaatkan secara maksimal,â katanya.
Selain mengoptimalkan pemanfaatan irigasi, pemerintah juga mendorong pembangunan sawah baru yang diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu hektare serta mempercepat pembangunan dan pengelolaan bendungan, termasuk Bendungan Riam Kiwa, untuk meningkatkan produktivitas panen dan mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi.
Hanif mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di tengah dinamika geopolitik dan tantangan rantai pasok pangan global.
Menurut dia, berbagai gejolak global, termasuk dampak konflik Rusia dan Ukraina terhadap pasokan pangan dunia, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat sistem pangan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan pengelolaan sumber daya pertanian yang lebih optimal.
âKalau dulu kita lebih menitikberatkan kepada pertumbuhan ekonomi, maka fungsi kedaulatan pangan wajib hadir. Kedaulatan pangan bukan sekadar ketersediaan, tetapi kemandirian untuk menyediakan kebutuhan pangan sendiri,â ujar Wamenko Pangan Hanif.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.