Tradisi Nyobeng Masyarakat Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Lintas Perbatasan Kalbar
Senin, 15 Jun 2026, 19:33 WIBPONTIANAK - Ratusan masyarakat Malaysia hadiri tradisi Nyobeng yang digelar masyarakat Dayak Bidayuh di Dusun Sebujit, Desa Hlu Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang di mana kegiatan tersebut menjadi magnet wisata budaya di perbatasan Kalbar.
"Tradisi Nyobeng ini terus berkembang menjadi daya tarik wisata budaya perbatasan yang mampu menarik kunjungan masyarakat lintas daerah hingga mancanegara," kata Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, saat menghadiri perayaan Nyobeng 2026 yang berlangsung di Rumah Adat Baluk Sebujit, Senin.
Menurut Bupati, pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan kawasan itu menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan Kalimantan Barat sekaligus pusat pelestarian warisan budaya Dayak.
Menurut Darwis, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut bukan sekadar ritual adat, tetapi juga aset budaya yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Kegiatan ini harus terus dilestarikan karena merupakan identitas masyarakat Dayak Bidayuh sekaligus kekayaan budaya Kalimantan Barat yang dapat menjadi daya tarik wisata," katanya.
Tradisi Nyobeng merupakan kebudayaan yang diwariskan leluhur masyarakat Dayak Bidayuh dan hingga kini tetap dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat perbatasan.
Dalam pelaksanaannya, kebudayaan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Dayak Bidayuh yang tersebar di Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperkuat hubungan budaya satu rumpun yang telah terjalin selama ratusan tahun.
Bupati mengungkapkan pemerintah daerah berencana melakukan penataan kawasan secara bertahap, termasuk penyelesaian berbagai aspek pendukung agar kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya berskala nasional.
Menurutnya, keberadaan Rumah Adat Baluk memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Bahkan replika rumah adat tersebut telah dibangun di kawasan Taman Mini Indonesia Indah sebagai representasi budaya Dayak Bidayuh Kalimantan Barat.
Darwis optimistis pembukaan akses perbatasan yang direncanakan dalam beberapa tahun mendatang akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Siding dan Sebujit.
"Kita ingin kawasan ini menjadi tujuan wisata budaya unggulan Kalimantan Barat yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan leluhur," katanya.
Selain pelestarian budaya, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, ketahanan pangan, dan pengembangan desa wisata.
Menurutnya, budaya dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan agar masyarakat adat tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga memperoleh manfaat langsung dari berkembangnya sektor pariwisata.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk menjadikan kawasan perbatasan Bengkayang sebagai salah satu etalase budaya Kalimantan Barat.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Nyobeng 2026, Gunawan, mengatakan tema kegiatan tahun ini adalah "Nyobeng sebagai Warisan Leluhur, Berakar dalam Tradisi dan Tumbuh dalam Kebersamaan".
Menurutnya, nilai utama yang diwariskan melalui tradisi tersebut adalah gotong royong, persaudaraan, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.
"Tujuan kegiatan ini untuk mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Dayak Bidayuh yang berada di Indonesia maupun Malaysia serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa," ujarnya.
Pelaksanaan Nyobeng tahun ini mendapat perhatian luas, termasuk dari masyarakat dan komunitas Dayak Bidayuh serumpun dari Malaysia.
Panitia mencatat sedikitnya 420 tamu dari berbagai wilayah hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk rombongan dari Kuala Lumpur dan Sarawak, Malaysia. Kehadiran tamu mancanegara dinilai menjadi bukti bahwa budaya Dayak Bidayuh memiliki daya tarik yang mampu menembus batas negara.
Selain ritual adat, pengunjung juga disuguhkan berbagai atraksi budaya khas masyarakat Dayak Bidayuh, mulai dari prosesi adat, pertunjukan tradisional, hingga atraksi panjat tiang yang menjadi salah satu ikon budaya di kawasan tersebut.
Perwakilan Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang, Dewan Adat Dayak Kabupaten Bengkayang, menilai Nyobeng telah menjadi salah satu warisan budaya penting yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
"Kegiatan ini merupakan milik kita bersama yang harus terus dilestarikan agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kawasan Rumah Adat Baluk Sebujit sebagai pusat wisata budaya Dayak Bidayuh. Ant
- budaya dayak
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.