Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerakan Wisata Bersih Diperluas, Kemenpar Dorong Destinasi Wisata Lebih Berkualitas

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 05:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerakan Wisata Bersih Diperluas, Kemenpar Dorong Destinasi Wisata Lebih Berkualitas Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Aktivis lingkungan bersama relawan Natural Aceh membersihkan sampah di pesisir Pantai Ujong Pancu, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (18/4).

Jakarta - Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat penerapan program "Gerakan Wisata Bersih" di seluruh destinasi wisata yang ada di Indonesia sebagai tindak lanjut untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

"Kementerian Pariwisata terus memperkuat Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari implementasi pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di destinasi," kata Kementerian di Jakarta, Sabtu (13/6).

Kementerian Pariwisata menyatakan melalui program itu terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penyediaan fasilitas pendukung kebersihan, serta peningkatan kesadaran wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menerapkan perilaku wisata yang bertanggung jawab.

Selain itu, Gerakan Wisata Bersih juga diperkuat melalui penguatan tata kelola destinasi dan manajemen pengunjung (visitor management), edukasi dan kampanye perubahan perilaku, pelatihan pengelolaan sampah bagi sumber daya manusia pariwisata, serta penerapan prinsip-prinsip Destinasi Pariwisata Berkelanjutan sesuai Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021.

"Dengan demikian, kebersihan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi budaya bersama yang mendukung kualitas pengalaman wisatawan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal," katanya.

"Yang perlu ditekankan, program ini tidak dirancang sebagai gerakan terpusat yang hanya digerakkan dari tingkat pusat, melainkan sebagai platform nasional yang diharapkan dapat direplikasi, diadaptasi, dan diperkuat oleh pemerintah daerah di seluruh penjuru Indonesia," tambah mereka.

Menurut Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah yang paling memahami karakteristik, potensi, dan tantangan unik dari setiap destinasi wisata di wilayahnya masing-masing, sehingga keterlibatan aktif mereka bukan sekadar harapan, melainkan menjadi fondasi utama dan kunci keberhasilan gerakan ini secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Yang perlu kami tegaskan juga, Gerakan Wisata Bersih ini kini berjalan selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI Aman, Sehat, Resik, Indah yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026," ujar kementerian.

Program ini bukan lagi sekadar program sektoral, melainkan gerakan nasional yang bersifat lintas kementerian dan lintas sektor. Kementerian Pariwisata berkontribusi langsung melalui Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari ekosistem besar tersebut.

Oleh karena itu, ke depan Kementerian Pariwisata mendorong kebersihan di destinasi wisata menjadi fokus perhatian bersama (Kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha dan stakeholder pariwisata), juga menempatkan kebersihan menjadi isu utama yang berdampak pada daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Kebersihan ditekankan bukan hanya terkait aspek lingkungan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi yang nyaman, sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Kementerian Pariwisata juga menyatakan berbagai program Sustainable Tourism Development (STDev) terus didorong melalui enam program unggulan, yaitu Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI), Sustainable & Responsible Marketing (SRM), serta Sustainable Tourism Management (STM).

​​​​​Program Gerakan Wisata Bersih (GWB) diluncurkan sejak tahun 2025 sebagai kampanye nasional yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat aksi nyata dalam pengelolaan sampah di destinasi wisata di seluruh Indonesia, termasuk Bali, melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.