50 Pelajar SD di Parigi Moutong Diedukasi Pentingnya Mangrove dan Pemilahan Sampah.
Minggu, 14 Jun 2026, 19:09 WIBSebanyak 50 pelajar SD 2 Inpres Desa Tada, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah diedukasi tentang pentingnya mangrove dalam menjaga ekosistem lingkungan dan pemilahan sampah, difasilitasi kelompok pemuda peduli mangrove dan kelompok bank sampah nagali Desa Oncone Raya.
âPengenalan terkait mangrove dan pemilahan sampah merupakan program kerja kelompok kami, guna menyebarluaskan maupun membangun kesadaran serta kepedulian anak-anak pelajar pentingnya ekosistem mangrove dan pengolahan sampah melalui pemilahan sampah, pada Sabtu,â ujar Ketua Kelompok Bank Sampah Desa Oncone Raya Muhajir di Tinombo Selatan, Minggu.
Ia mengemukakan 50 peserta merupakan siswa kelas IV dan V SD mengikuti kegiatan itu selama dua hari, dimulai dari materi sederhana terkait jenis mangrove dan praktik menanam benih di polybag serta menanam mangrove di wilayah rehabilitasi, begitu pun pengolahan sampah.
Sementara itu Guru SD Inpres 2 Tada Virawati mengemukakan, anak-anak sebagai generasi penerus mesti memiliki kepedulian terhadap lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah dan mangrove yang mesti dipulihkan.
âKegiatan seperti ini memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa sampah dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, di sisi lain sampah juga memiliki nilai ekonomis. Lalu dari sisi ekologi, mangrove memiliki peran penting menjaga kawasan pesisir," ucapnya.
Menurut dia pendidikan tentang pemilahan sampah dan mangrove sejak sekolah dasar tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan.
"Dengan memahami cara mengelola sampah, siswa dapat menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan," tutur Virawati.
Kegiatan selanjutnya sebagai aksi nyata dalam rangkaian peringatan hari lingkungan sedunia, para pelajar bersama kelompok mangrove dan kelompok bank sampah melaksanakan pembersihan sampah di pesisir pantai dan menanam 2.560 mangrove di kawasan rehabilitasi di Desa Oncone Raya.
Direktur Program Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Rizal mengatakan, lingkungan yang bersih dan sehat merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.
Maka pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak dini, salah satunya melalui pemahaman tentang pemilahan sampah dan pentingnya ekosistem mangrove.
Melalui gerakan itu, siswa SD dapat memahami tindakan sederhana yang mereka lakukan setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
âMenjaga lingkungan bukanlah tugas yang dapat ditunda hingga dewasa. Menjaga lingkungan sudah seharusnya diperkenalkan kepada anak sejak di bantu sekolah supaya mereka memiliki bekal, bahwa masa depan bumi bergantung pada tindakan nyata yang dimulai dari sekarang," tuturnya.
- edukasi mangrove
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.