Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Subsidi Kedelai Bantu Perajin Tempe, Namun Solusi Jangka Panjang Tetap Dibutuhkan

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Subsidi Kedelai Bantu Perajin Tempe, Namun Solusi Jangka Panjang Tetap Dibutuhkan Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri Campuspreneur 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6).

Jakarta – Pemberian subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram oleh pemerintah dinilai dapat membantu meringankan beban perajin tahu dan tempe di tengah kenaikan harga bahan baku yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak pasar global. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi serta menahan kenaikan harga produk olahan kedelai di tingkat konsumen dalam jangka pendek.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai subsidi hanya menjadi solusi sementara dan belum menyentuh akar persoalan ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Galau Muhammad, mengatakan pemerintah perlu menyiapkan langkah yang lebih fundamental untuk memperkuat pasokan kedelai nasional dan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga global.

“Subsidi yang diberikan pemerintah itu sebenarnya adalah respons yang temporer untuk kemudian memberikan sedikit nafas,” kata Galau di Jakarta, Jumat (12/6).

Menurutnya, Indonesia masih sangat bergantung pada kedelai impor sehingga rentan terhadap gejolak nilai tukar rupiah dan kenaikan harga di pasar internasional. Saat ini impor kedelai Indonesia mencapai sekitar 2,7 juta ton, dengan sekitar 88 persen berasal dari Amerika Serikat. Sementara itu, ketergantungan impor kedelai nasional mencapai sekitar 79 persen dari total kebutuhan domestik.

“Jadi ini menunjukkan ada lebih besar ketergantungan kita terhadap komoditas impor kedelai,” ujarnya.

Karena itu, Galau mendorong pemerintah mulai membangun cadangan penyangga kedelai nasional sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan saat terjadi gejolak harga global maupun tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

“Saya rasa membangun cadangan penyangga pasokan kedelai nasional itu merupakan suatu hal yang harus dilakukan mulai hari ini,” tuturnya.

Selain memperkuat cadangan nasional, pemerintah juga didorong meningkatkan produksi kedelai dalam negeri melalui perluasan lahan tanam, pemberian insentif yang tepat bagi petani, serta pembenahan tata niaga dan distribusi agar rantai pasok lebih efisien.

“Jadi tidak boleh hanya tolak ukurnya pada stabilisasi harga dalam beberapa bulan ke depan, karena itu menjadi satu solusi yang pragmatis. Yang kita ingin jawab adalah kebutuhan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, bagaimana kita mampu menurunkan ketergantungan impor komoditas kita,” kata Galau.

Ia mengingatkan tingginya ketergantungan impor membuat kenaikan biaya impor dan pelemahan rupiah mudah berdampak pada pelaku usaha kecil, khususnya pengrajin tahu dan tempe.

“Ini akan lebih menekan pengrajin usaha tahu dan tempe,” ujarnya.

Jaga Stabilitas Harga

Sementara itu, pemerintah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram melalui Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga di tengah pelemahan rupiah dan tingginya ketergantungan impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan subsidi tahap pertama akan diberikan untuk 250 ribu ton kedelai impor guna mengantisipasi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar dan kondisi pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.