Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Penjajakan Investasi Jepang pada Proyek Transportasi DKI Merupakan Peluang Baik

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 11:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengamat: Penjajakan Investasi Jepang pada Proyek Transportasi DKI Merupakan Peluang Baik Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta.

JAKARTA – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai upaya penjajakan peluang investasi dari Jepang pada proyek-proyek transportasi strategis DKI Jakarta oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merupakan peluang sangat baik.

"Ini suatu peluang yang sangat baik dalam rangka untuk memperbanyak dan mempercepat pelayanan transportasi publik di Jakarta," ujar Trubus saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (10/6).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan dukungan dari pemerintah pusat dan transparansi kepada publik menjadi kunci jika Pemprov DKI ingin penjajakan investasi dari Jepang tersebut.

"Menurut saya, kaitan dengan upaya penjajakan investasi dari Jepang ini, kalau memang itu mau dikonkretkan memang harus ada dukungan dari pemerintah pusat," kata Trubus.

Transparansi kepada publik juga menjadi salah satu kunci agar ada keterbukaan dan transparansi sehingga masyarakat bisa mengetahui serta memahami skema-skema investasi yang akan diimplementasikan pada proyek-proyek transportasi strategis DKI Jakarta.

Trubus juga memandang bahwa penjajakan investasi Jepang berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Ini membuka peluang-peluang lebih luas, termasuk lapangan pekerjaan dan sebagainya," katanya.

Sebagai informasi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir pernah melakukan kunjungan kerja ke DKI Jakarta untuk menjajaki potensi investasi dari Jepang pada sejumlah proyek strategis di provinsi tersebut.

Penjajakan ini dilakukan melalui pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemprov, mulai dari pembahasan teknis hingga peninjauan langsung ke lapangan.

Selain itu kerja sama sister-province antara Jakarta dan Tokyo yang telah aktif terjalin sejak 1989 diperkuat dengan kehadiran lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di 1.500 perusahaan di ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.