Jakarta Investment Festival 2026 Tawarkan Investasi Rp271,3 Triliun

Rabu, 10 Jun 2026, 09:25 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Forum bisnis dan investasi terbesar di ibu kota tersebut akan berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai peluang investasi strategis bagi investor domestik maupun internasional.

Mengusung tema "Advancing Today, Securing Tomorrow", penyelenggaraan JIF 2026 menjadi respons terhadap berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi, percepatan perkembangan teknologi, hingga kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta ingin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi yang tangguh dan kompetitif di tingkat regional maupun global.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. — Sumber: Istimewa

Kepala UP JIC DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Ezrin Kartika, mengatakan JIF 2026 akan menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam satu ekosistem kolaboratif.

"JIF tahun 2026 ini menekankan pada ketahanan atau resiliensi Jakarta sebagai destinasi investasi. JIF 2026 ini mengupayakan ketahanan kota atau ketangguhan Jakarta melalui kolaborasi tiga aspek, yaitu riset dan inovasi, pembangunan infrastruktur berketahanan, dan dapat diwujudkan semua itu melalui kerja sama dengan permodalan atau capital that connects," ujar Ezrin Kartika saat konferensi pers JIF 2026.

Di tengah tekanan ekonomi global, Jakarta menunjukkan kinerja ekonomi yang tetap kuat. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,59 persen secara tahunan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi yang solid, serta penguatan sektor jasa. Sementara itu, inflasi Jakarta pada Mei 2026 berada di level 2,49 persen secara tahunan atau lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono, optimistis investasi Jakarta akan terus tumbuh seiring berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis dan kuatnya aktivitas dunia usaha.

"Kami optimis investasi Jakarta akan tetap tumbuh positif, didorong oleh berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis yang bersifat multitahun serta tetap kuatnya kondisi dunia usaha," kata Sakti Arif Wicaksono.

Kinerja investasi Jakarta juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp270,9 triliun atau melampaui target sebesar Rp228,5 triliun. Nilai tersebut meningkat 12,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berkontribusi sekitar 14 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JIF 2026 akan mempromosikan 40 proyek investasi strategis dengan total nilai investasi sekitar Rp114 triliun atau setara 6,9 miliar dolar Amerika Serikat. Proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan mencakup sektor hunian, kawasan komersial, transportasi berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD), utilitas perkotaan, pariwisata, industri dan logistik, hingga pengembangan kawasan pesisir.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda UP JIC DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Fransisca Hicca, menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut berasal dari berbagai badan usaha milik daerah, badan usaha milik negara, hingga lembaga pemerintah yang memiliki proyek strategis di Jakarta.

"Memang lebih beragam tahun ini. Ada sembilan sektor yang kita coba promosikan. Proyek-proyek ini dimiliki oleh 10 BUMD DKI Jakarta, satu anak perusahaan BUMD, satu BLUD, empat BUMN, dan satu BLU yang mempunyai proyek di Jakarta," ujar Fransisca Hicca.

Selain proyek siap investasi, JIF 2026 juga memperkenalkan berbagai kajian peluang investasi tematik yang mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Potensi investasi dari kawasan tematik tersebut diperkirakan mencapai Rp157,3 triliun atau setara 9,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Jika digabungkan, total potensi investasi yang ditawarkan dalam JIF 2026 mencapai sekitar Rp271,3 triliun atau setara 16,5 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut menjadi salah satu yang terbesar sejak penyelenggaraan Jakarta Investment Festival digelar.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, JIF 2026 mengusung konsep one-stop investment destination yang mengintegrasikan promosi proyek, dialog strategis, penjajakan kemitraan, hingga fasilitasi realisasi investasi dalam satu platform. Konsep ini diharapkan memberikan kemudahan bagi investor untuk mengeksplorasi berbagai peluang investasi Jakarta dalam satu ekosistem yang terhubung.

Rangkaian kegiatan JIF 2026 diawali melalui Jakarta Exclusive Session: Jakarta Investment Gateway pada 9 Juni 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Selanjutnya akan digelar JIF Talks pada Juli 2026 dan ditutup dengan JIF Summit pada Agustus 2026 yang menghadirkan diskusi, presentasi proyek, pameran investasi, workshop, hingga penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.