Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di SPBU Mengular

Rabu, 10 Jun 2026, 14:38 WIB

JAKARTA - Antrean panjang kendaraan roda dua terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jakarta Barat (Jakbar), terutama untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite pada Rabu (10/6) siang, terkait kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax.

Salah satunya di SPBU Jalan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cengkareng. Antrean sepeda motor di jalur Pertalite tampak mengular panjang hingga ke gerbang masuk area SPBU, sementara jalur pengisian BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo terpantau sepi peminat.

Ket. Foto: Antrean pertalite mengular di hampir semua SPBU di Jakarta Barat. — Sumber: antara foto

Di SPBU tersebut, antrean pengisian Pertalite mencapai 20 motor, yang didominasi oleh pengemudi ojek online (ojol), kurir logistik, ibu rumah tangga, serta pelajar. Sebaliknya, dispenser Pertamax hanya diantre oleh dua hingga tiga motor saja.

​Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Jalan Raya Duri Kosambi, Cengkareng. Belasan motor terpantau rela mengantre dalam dua baris di bawah terik matahari demi mendapatkan Pertalite.

​Sejumlah pengendara pun mengaku terpaksa mengubah pola konsumsi BBM mereka demi menjaga kelangsungan dapur dan operasional kerja.

Salah satunya Dani (28), warga Cengkareng Timur yang sebelumnya kerap menggunakan Pertamax, mengaku akan beralih ke Pertalite.

Pekerja gerai ayam goreng itu bahkan mengaku siap mengalokasikan waktu lebih lama di SPBU demi mengantre Pertalite.

"Udah ketebak, pasti bakal antre panjang lah Pertalite. Siap-siap aja, kalau ngisi bensin, harus luangin waktu dulu, jangan mepet," kata Dani di Jakarta, Rabu.

Berbeda dengan Dani, Afrizal (26), seorang pengemudi ojol, mengaku terpaksa membeli Pertamax senilai Rp20 ribu hanya sebagai langkah darurat agar tidak mogok saat mengejar target pengiriman barang express.

​"Terpaksa geser ke Pertamax karena antrean Pertalite panjang banget, sementara saya lagi ngejar orderan. Ini cuma buat nyambung jalan sekadarnya. Nanti malam, pas sudah sepi, baru antre Pertalite lagi untuk isi penuh," ujar Afrizal di Jakarta, Rabu (10/6).

​Dia juga mengeluhkan uang Rp20 ribu miliknya kini tidak lagi bisa mendapatkan 1,5 liter Pertamax akibat lonjakan harga tersebut.

​Sementara itu, Syarif (42), pengemudi ojol lainnya, mengkhawatirkan efek domino dari migrasi konsumen tersebut, yakni potensi kelangkaan Pertalite di pasaran akibat tingginya permintaan.

​"Kalau saya, memang dari awal pakai Pertalite, tapi takutnya nanti malah langka karena semua orang pindah ke subsidi. Kondisi ekonomi sekarang makin berat, belanja dapur mahal, makan di warteg naik, ditambah beban bensin ini," ungkap Syarif.

​Untuk menyiasati pembengkakan pengeluarannya, dia pun memilih menunda waktu perawatan berkala (servis) sepeda motornya.

"Biaya servis dan oli impor juga ikut naik. Paling diakali dengan memundurkan jadwal servis, yang biasanya sebulan sekali, jadi dua bulan sekali," ucap Syarif.

Seperti diketahui, ​PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi per Rabu, 10 Juni 2026.

​Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp3.950 per liter, yaitu dari yang sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

​Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina di wilayah Jabodetabek per 10 Juni 2026:

- Solar Subsidi (Biosolar): Rp6.800 per liter

- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter

- Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp 12.300 per liter)

- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp 12.900 per liter)

- Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter

- Dexlite (CN51): Rp23.000 per liter

- Pertamina Dex (CN53): Rp24.800 liter

Hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU di kawasan Jakarta Barat dilaporkan masih fluktuatif, namun cenderung padat pada jam-jam sibuk.

  • Harga Pertamax Naik
  • Antrean Pertalite Mengular

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.