Aturan FIFA Menghalangi Rio Ngumoha Masuk Skuad Inggris di Piala Dunia 2026

Rabu, 10 Jun 2026, 06:45 WIB

LONDON – Nama Rio Ngumoha sempat mencuri perhatian setelah tampil gemilang dalam laga pemanasan Inggris menuju Piala Dunia 2026. Namun, meski mendapat pujian besar dan ikut berlatih bersama skuad utama, pemain muda Liverpool itu dipastikan tidak akan terbang ke turnamen musim panas ini.

Pemain berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa saat Inggris mengalahkan Selandia Baru dalam laga persiapan. Penampilannya bahkan membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match, sekaligus mencatat sejarah sebagai salah satu pemain termuda yang pernah melakukan debut untuk tim nasional Inggris.

Ket. Foto: Rio Ngumoha. — Sumber: AFP

Kehadiran Ngumoha membuat banyak penggemar berharap ia mendapat kesempatan mengejutkan untuk masuk skuad utama asuhan Thomas Tuchel. Namun, aturan ketat FIFA membuat peluang itu tertutup.

Bahkan jika Inggris mengalami krisis cedera menjelang Piala Dunia, nama Ngumoha tetap tidak bisa dipanggil.

Penyebabnya berasal dari regulasi FIFA mengenai daftar sementara pemain Piala Dunia.

Sebelum turnamen dimulai, setiap negara wajib menyerahkan daftar awal maksimal 55 pemain kepada FIFA. Pelatih masih bisa mengganti pemain dalam daftar akhir 26 pemain karena cedera atau masalah kesehatan hingga 24 jam sebelum pertandingan pertama.

Namun, pemain pengganti tersebut wajib berasal dari daftar 55 pemain awal yang sudah dikirim.

Inilah masalah bagi Ngumoha.

Pemain muda Liverpool itu memang dibawa ke kamp latihan Inggris sebagai pemain tambahan untuk membantu persiapan tim. Ia bergabung bersama pemain muda lain seperti Ethan Nwaneri, Josh King, dan Alex Scott.

Namun berbeda dengan Scott, Ngumoha tidak masuk dalam daftar sementara 55 pemain Inggris yang didaftarkan ke FIFA.

Akibatnya, meski Inggris kehilangan beberapa pemain karena cedera sebelum laga pertama melawan Kroasia, Ngumoha tetap tidak memenuhi syarat untuk dipanggil.

Aturan FIFA bahkan semakin ketat setelah turnamen dimulai. Setelah Piala Dunia berjalan, hanya posisi penjaga gawang yang mendapat pengecualian untuk penggantian darurat.

Kasus Ngumoha kembali memunculkan perdebatan tentang fleksibilitas aturan FIFA.

Tujuan sistem daftar sementara sebenarnya cukup jelas: mencegah negara-negara peserta membawa terlalu banyak pemain dan menjaga keadilan antarnegara.

Namun, banyak pihak menilai situasi seperti yang dialami Ngumoha terasa tidak adil.

Seorang pemain sudah berada di kamp tim nasional, menjalani latihan bersama skuad senior, memahami rencana taktik pelatih, bahkan tampil dalam pertandingan pemanasan resmi. Tetapi ia tetap tidak bisa dipilih hanya karena namanya tidak tercantum dalam dokumen yang dikirim beberapa pekan sebelumnya.

Banyak yang berpendapat FIFA seharusnya memberi ruang lebih besar kepada pemain cadangan yang secara resmi sudah ikut dalam rombongan tim.

Sistem alternatif bisa memungkinkan pelatih mempromosikan pemain cadangan yang sudah berada dalam lingkungan tim sebelum turnamen dimulai. Mereka sudah memahami strategi, atmosfer skuad, dan persiapan sejak awal.

Penampilan Ngumoha mungkin belum tentu cukup untuk mengamankan tempat di skuad final Inggris. Persaingan menuju Piala Dunia sangat ketat dengan banyak pemain bintang yang tersedia.

Namun, fakta bahwa seorang pemain bisa tampil mengesankan, berlatih bersama tim utama, melakukan perjalanan dengan skuad, tetapi tetap tidak memiliki peluang tampil karena masalah administratif, membuat banyak penggemar mempertanyakan aturan tersebut.

Kasus Rio Ngumoha menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, terkadang keputusan besar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga oleh aturan di luar pertandingan.

Dan bagi FIFA, regulasi seperti ini mungkin perlu dikaji ulang sebelum turnamen-turnamen besar berikutnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.