Kutai Kartanegara Lestarikan Lagu Daerah Lewat Audisi Paduan Suara

Selasa, 09 Jun 2026, 16:00 WIB

Tenggarong, Kaltim -- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur berupaya melestarikan lagu daerah lewat Audisi Paduan Suara Orkes Symphony Gita Kumala Nusantara 2026, mengingat daerah ini memiliki banyak lagu daerah yang kerap ditampilkan secara solo maupun kelompok.

"Dari audisi akan menjadi media strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan estetika, disiplin, semangat kolaborasi, dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah," ujar Asisten 1 Sekretariat Kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat di Tenggarong, Selasa.

Ket. Foto: Asisten 1 Sekretariat Kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat menyerahkan pin/ nomor kepesertaan audisi, saat pembukaan audisi padua suara di Tenggarong, Kukar, Kaltim, Senin (8/6) — Sumber: ANTARA/ HO- Prokom Kukar

Para juara audisi nantinya bisa digembleng lebih matang oleh pelatih profesional, sehingga generasi penerus bangsa di Kukar memiliki kesempatan meningkatkan karir bukan hanya membawakan lagu daerah, tapi juga lagu perjuangan, lagu nasional hingga internasional.

Audisi Paduan Suara Orkes Symphony Gita Kumala Nusantara 2026  di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, yang dibuka Senin (8/6),  diikuti lebih dari 200 peserta. Mereka berasal dari kalangan pelajar SMA dan yang sederajat dari berbagai kecamatan di Kukar.

Pemkab Kukar, lanjut Akhmad, berkomitmen mendukung pengembangan seni dan budaya melalui berbagai program yang sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, di antaranya Program Seniman dan Budayawan Kukar Berkarya, Program Ekonomi Kreatif Kukar Terbaik, Program Pendidikan Idaman Terbaik, serta Kukar Beasiswa Terbaik.

Terkait dengan audisi ini, seluruh peserta diharapkan menjadikan giat tersebut sebagai ruang belajar, berkolaborasi, serta mengembangkan potensi diri, sehingga mampu menjadi insan seni yang berprestasi sekaligus duta budaya daerah yang adaptif dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Ketua Gita Kumala Nusantara Kukar Markus Wijaya, mengatakan keberadaan Gita Kumala Nusantara selama beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan seni budaya daerah, salah satunya rutin mengisi aubade peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus di Kukar.

"Gita Kumala Nusantara bukan hanya menjadi wadah pengembangan bakat seni musik dan paduan suara bagi generasi muda, tapi juga berperan dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah, khususnya melalui lagu-lagu daerah," ujar Markus.

Anggota Gita Kumala Nusantara sebagian besar merupakan pelajar Kukar. Selain mengumpulkan anak-anak muda dalam kegiatan seni yang positif, pihaknya juga berupaya menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui lagu-lagu disajikan.

"Pengembangan potensi generasi muda bidang seni memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, maupun masyarakat. Gita Kumala Nusantara juga dapat menjadi sarana pembinaan karakter dan kreativitas generasi muda agar terhindar dari kegiatan negatif," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.