Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Dokter Tim Denmark Pastikan Kondisinya Stabil

Selasa, 09 Jun 2026, 00:05 WIB

ODENSE, DENMARK – Dunia sepak bola kembali dibuat cemas setelah gelandang veteran Denmark, Christian Eriksen, kolaps saat membela tim nasional dalam laga persahabatan melawan Ukraina, Senin (8/6) dini hari WIB. Insiden tersebut terjadi lima tahun setelah Eriksen mengalami henti jantung yang menggemparkan dunia pada ajang Piala Eropa 2020.

Meski sempat kehilangan kesadaran, tim medis Denmark memastikan kondisi pemain berusia 34 tahun itu kini stabil dan berada dalam semangat yang baik setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Ket. Foto: Christian Eriksen. — Sumber: AFP

Eriksen terjatuh di lapangan pada menit ke-64 pertandingan yang berlangsung di Odense. Staf medis segera berlari memasuki lapangan, sementara para pemain dari kedua tim membentuk lingkaran untuk melindungi privasi sang pemain dari sorotan kamera televisi maupun telepon genggam penonton.

Wasit akhirnya memutuskan menghentikan pertandingan. Setelah mendapatkan penanganan awal, Eriksen berjalan meninggalkan lapangan dengan pengawalan rekan-rekan setim dan pemain Ukraina sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, mengungkapkan bahwa Eriksen sempat tidak sadarkan diri dalam waktu singkat. Namun alat pacu jantung yang telah ditanamkan pada tubuhnya sejak 2021 bekerja sebagaimana mestinya.

Pada hari Senin pagi, Boesen memberikan kabar yang menenangkan bagi para pendukung sepak bola. "Saya berbicara dengan Christian pagi ini dan kondisinya baik," ujar Boesen.

"Dia bersama keluarganya dan dalam kondisi mental yang baik. Kami berharap dia segera diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah."

Boesen juga menegaskan bahwa tim medis terus memberikan pendampingan kepada para pemain dan staf yang ikut terdampak secara emosional oleh insiden tersebut. "Kami menjaga para pemain dan staf dengan baik serta terus berkomunikasi secara rutin dengan mereka."

Peristiwa ini langsung mengingatkan publik pada momen mengerikan saat Eriksen kolaps ketika Denmark menghadapi Finlandia pada fase grup Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19.

Kala itu, Eriksen mengalami henti jantung di tengah pertandingan dan nyawanya berhasil diselamatkan berkat tindakan cepat tim medis. Setelah insiden tersebut, ia menjalani pemasangan alat pacu jantung atau Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD), yang berfungsi memantau serta mengoreksi gangguan irama jantung. Akibat kejadian itu, Eriksen harus menepi lebih dari enam bulan dari dunia sepak bola.

Kapten Denmark, Pierre-Emile Hojbjerg, memuji reaksi cepat tim medis dan semua pihak yang berada di lapangan.

"Ada lemparan ke dalam dan saya berjalan menuju garis samping. Kemudian saya berbalik dan melihat Christian terjatuh," kata Hojbjerg kepada TV2.

"Kami semua tahu apa arti situasi seperti itu dan respons yang diberikan sangat cepat serta penuh rasa hormat."

Pelatih Denmark, Brian Riemer, mengaku seluruh anggota tim mengalami guncangan emosional akibat kejadian tersebut. "Ini pengalaman yang sangat mengejutkan bagi semua orang, staf, pemain, dan juga lawan," ujarnya.

Riemer memiliki hubungan dekat dengan Eriksen karena pernah bekerja sama dengannya saat keduanya berada di klub Inggris, Brentford.

"Dia adalah sosok yang sangat berarti bagi saya. Ada pemain-pemain tertentu yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Anda, dan Christian adalah salah satunya."

Kisah Eriksen setelah insiden Piala Eropa 2020 menjadi salah satu cerita paling inspiratif dalam sepak bola modern. Setelah meninggalkan Inter Milan karena regulasi Italia tidak mengizinkan pemain bertanding dengan alat pacu jantung, ia melanjutkan kariernya bersama Brentford.

Performa impresifnya kemudian membawanya bergabung dengan Manchester United, di mana ia membantu klub meraih gelar Piala Liga Inggris dan Piala FA.

Saat ini Eriksen bermain untuk Wolfsburg dan masih memiliki kontrak hingga satu musim ke depan.

Di level internasional, ia juga berhasil kembali memperkuat Denmark pada Piala Dunia Qatar 2022 dan Piala Eropa 2024.

Mantan penyerang Denmark, Nicklas Bendtner, mengaku terpukul melihat insiden yang menimpa sahabatnya tersebut. "Hal terpenting adalah dia bisa berjalan keluar lapangan dengan kemampuannya sendiri karena itu membuat kita berpikir bahwa kondisinya baik-baik saja dalam situasi seperti ini," kata Bendtner.

Meski menimbulkan kekhawatiran besar, kabar terbaru dari tim medis Denmark memberikan harapan bahwa Eriksen tidak mengalami komplikasi serius. Dunia sepak bola kini menanti hasil pemeriksaan lanjutan dan berharap salah satu figur paling inspiratif dalam olahraga tersebut dapat segera pulih sepenuhnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.