Andreeva Raih Gelar Grand Slam Perdana di Prancis Open 2026

Minggu, 07 Jun 2026, 09:21 WIB

PARIS — Petenis muda Russia, Mirra Andreeva, mencatatkan sejarah baru dalam kariernya setelah merebut gelar Grand Slam pertama dengan mengalahkan petenis Polandia yang berstatus kualifikasi, Maja Chwalinska, dalam final Prancis Open, Sabtu (6/6) waktu setempat.

Andreeva yang baru berusia 19 tahun tampil dominan dan menang dua set langsung 6-3, 6-2. Kemenangan tersebut menjadikannya juara tunggal putri termuda di Roland Garros sejak Monica Seles meraih gelar ketiganya secara beruntun pada 1992 saat masih berusia 18 tahun.

Ket. Foto: Mirra Andreeva. — Sumber: AFP

Gelar di Paris sekaligus menandai pencapaian bersejarah lainnya. Andreeva menjadi petenis pertama, baik putra maupun putri, yang lahir setelah tahun 2005 dan berhasil menjuarai turnamen Grand Slam.

Trofi Coupe Suzanne Lenglen kini menjadi koleksi paling prestisius dalam lemari penghargaan Andreeva yang sebelumnya telah berisi dua gelar level WTA 1000.

"Saya sudah menonton Roland Garros di televisi sejak masih sangat kecil. Menjuarai turnamen ini selalu menjadi impian besar saya dan sejujurnya saya masih sulit percaya bisa memegang trofi ini sekarang," ujar Andreeva saat upacara penyerahan trofi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim pelatihnya, termasuk psikolog yang mendampinginya sepanjang perjalanan menuju gelar.

"Selamat kepada Maja atas tiga pekan yang luar biasa. Dia berhasil melewati babak kualifikasi, memenangkan banyak pertandingan, dan mengalahkan begitu banyak pemain hebat," kata Andreeva.

Di sisi lain, kekalahan di partai puncak mengakhiri perjalanan sensasional Chwalinska. Petenis berusia 23 tahun itu memulai turnamen dari babak kualifikasi dan mencatat sembilan kemenangan beruntun untuk menjadi petenis kualifikasi pertama yang mencapai final French Open pada era Open.

"Saya pasti tidak akan pernah melupakan tiga minggu ini. Paris akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya," ujar Chwalinska.

Meski gagal meraih gelar, performa impresif tersebut dipastikan mengubah kariernya secara signifikan. Peringkat dunia Chwalinska yang sebelumnya berada di posisi 114 diproyeksikan melonjak ke peringkat 21, membuka peluang baginya untuk tampil reguler di turnamen-turnamen elite dunia.

"Selamat untuk Mirra. Dia pemain yang luar biasa. Masih sangat muda dan sangat berbakat, dan itu sedikit menyebalkan," ucap Chwalinska sambil tersenyum.

"Selamat juga untuk timnya yang telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."

Ia juga bercanda kepada para penonton yang memadati Court Philippe-Chatrier.

"Saya berharap kalian bisa menyaksikan pertandingan yang lebih baik hari ini. Tapi Mirra terlalu hebat untuk saya, jadi mungkin ini salah dia," katanya disambut tawa penonton.

Pertandingan final sempat berlangsung ketat pada awal laga. Chwalinska terlihat gugup dan langsung melakukan dua kesalahan servis beruntun pada poin pertama pertandingan.

Kondisi berangin di lapangan utama turut memengaruhi permainan kedua petenis. Empat gim pertama bahkan diwarnai saling mematahkan servis lawan.

Setelah kedudukan sempat imbang, Andreeva mulai menemukan ritme permainannya. Konsistensi yang lebih baik membuat petenis Rusia itu mampu merebut tiga gim beruntun dan mengambil kendali pertandingan.

Chwalinska sempat memperoleh peluang untuk memangkas ketertinggalan, namun Andreeva menunjukkan ketangguhan mental luar biasa dengan mempertahankan servisnya dalam sebuah gim panjang yang krusial.

Memasuki set kedua, Andreeva semakin sulit dibendung. Ia unggul 5-0 dan berada di ambang kemenangan.

Meski demikian, Chwalinska tidak menyerah begitu saja. Ia mampu menahan servis dan bahkan mematahkan servis Andreeva saat lawannya mencoba menutup pertandingan.

Namun, harapan kebangkitan petenis Polandia itu hanya berlangsung sesaat. Andreeva segera merespons dengan memenangi gim berikutnya untuk memastikan gelar terbesar dalam karier mudanya.

Sebuah pukulan backhand winner menjadi penutup sempurna. Andreeva langsung berlutut di lapangan, larut dalam emosi setelah memastikan gelar Roland Garros pertamanya.

Keberhasilan tersebut juga membuatnya melampaui pencapaian sang pelatih, Conchita Martinez, yang pernah menjadi runner-up Roland Garros pada tahun 2000.

Menariknya, petenis yang mengalahkan Martinez di final saat itu, Mary Pierce, hadir langsung dalam upacara penyerahan trofi.

Andreeva pun sempat melontarkan candaan kepada Pierce. "Saya tidak tahu apakah harus berterima kasih kepada Anda, Mary, karena Anda mengalahkan pelatih saya di final di sini," ujarnya sambil tersenyum. "Tapi tentu saja saya hanya bercanda. Terima kasih banyak!" katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Uji Coba Lawan Persita Jadi Pelajaran Berharga, PSS Sleman Siap Berbenah!

Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219

Bikin Kaget! Kenapa Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang Saat HUT ke-81 RI?

Shayne Pattynama Kembali ke Persija Jakarta, Begini Reaksi Bahagianya

Tak Tinggal Diam, TNI AU Gerak Cepat! 13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!

Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa

Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus

Bikin Geger! Polda Jatim Selidiki Motif Pria di Balik Pelemparan Bom Molotov

Mimpi yang Jadi Nyata! Perjuangan Paskibraka Nasional 2026 hingga Berdiri di Istana

Antusias Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Rela Berburu Undangan hingga Siapkan Baju

500 Pendaki Tim Ekspedisi 81 akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno

Meriahkan HUT RI, Kemenbud Gelar Cultural Fair Day, Sajikan Ragam Produk dan Karya Budaya

Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok

Pascagempa M6,4 di Simalungun, KAI Divre Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman

Setu Babakan Adakan Pameran Temporer Tahunan, Hidupkan Mainan Tradisional Betawi

Polisi Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Ditangkap

73 Paskibraka Sulsel Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI.

Dua Pos Lantas Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Polisi Amankan Seorang Pria.

Bantuan Sembako Presiden Prabowo Tiba di Maumere untuk Warga Terdampak Gempa.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.