Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 05:09 WIB | Oleh:
Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat Doc: ist
Ket. hasil riset

JAKARTA – Riset menjadi salah satu ciri perguruan tinggi yang maju. Maka, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berakar pada nilai keberpihakan kepada masyarakat.

Penguatan itu dilakukan usai universitas itu meraih pengakuan internasional dalamWorld University Rankings for Innovation (WURI) 2026 melalui pencapaian top global 500.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama, dan Alumni Unika Atma Jaya Yanti dalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi universitas untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak.

Diumumkan di National Chi Nan University (NCNU), Taiwan pada 7 Mei 2026, Unika Atma Jaya juga masuk top 100 dunia pada kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8).

WURI merupakan pemeringkatan global yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat dan industri.

Melalui penilaian pada bidang pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, dan keterlibatan sosial, WURI menilai inovasi perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global.

Lebih lanjut, Yanti menilai capaian itu menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global.

"Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan," ujarnya.

Adapun, kategori C1 berfokus pada penelitian jangka panjang khas institusi yang mencakup proses pengembangan, potensi transformasi, dan dampak dalam pembangunan berkelanjutan serta kesejahteraan sosial.

Pada kategori itu, Unika Atma Jaya mengangkat penelitian mengenai pengembangan tempe campuran dari biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang azuki untuk peningkatan fungsi kognitif pada lansia.

Inovasi riset tersebut dikembangkan untuk menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis dan fleksibel digunakan guna mendukung kesehatan kognitif lansia tanpa mengurangi manfaat nutrisinya.

Sementara itu, kategori C8 menekankan komersialisasi hasil riset yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Pada kategori itu, Unika Atma Jaya mengangkat inovasi produk biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag untuk mengendalikan patogen pada industri pangan dan akuakultur skala besar.

Riset tersebut mencerminkan hilirisasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui solusi pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

49 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.