Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mencari “Yesus yang Tersamar”, 35 Tahun Sinta Hidayat Melayani Pemulung dan Tunawisma Jakarta

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Mencari “Yesus yang Tersamar”, 35 Tahun Sinta Hidayat Melayani Pemulung dan Tunawisma Jakarta Doc: dok/henry pelupessy
Ket. Sinta Hidayat istri pemilik jamu nasional Sido Muncul Irwan Hidayat saat melayani Pemulung dan Tunawisma di Jakarta.

JAKARTA – Setiap Senin, selama lebih dari tiga dekade, Sinta Hidayat melangkahkan kaki ke sudut-sudut Jakarta yang jarang mendapat perhatian. Di kampung-kampung pemulung, kawasan tunawisma, hingga komunitas masyarakat miskin perkotaan, ia hadir membawa makanan sehat, pelayanan kesehatan, dan yang terpenting, perhatian.

Bagi Sinta Hidayat, istri pemilik jamu nasional Sido Muncul Irwan Hidayat, pelayanan itu bukan sekadar kegiatan sosial. Ia menyebutnya sebagai perjalanan menemukan "Yesus yang tersamar" di tengah mereka yang miskin, terlupakan, dan sering dipandang sebelah mata.

"Yesus itu bukan jauh di surga atau di langit yang tidak bisa kita lihat. Dia ada di sekitar kita. Dia tersamar di dalam diri orang-orang miskin yang membutuhkan," kata Sinta dalam sebuah perbincangan mengenai pelayanan yang telah dijalaninya selama lebih dari 35 tahun, baru-baru ini.

Inspirasi itu ia temukan dari spiritualitas Santo Teresa dari Kalkuta atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Teresa. Bersama sejumlah sahabat yang mengagumi karya-karya biarawati peraih Nobel Perdamaian tersebut, Sinta berusaha menghidupi ajaran tentang kasih yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Salah satu pesan yang paling membekas baginya adalah ungkapan "Aku haus" yang diucapkan Yesus saat disalib.
"Bagi Ibu Teresa, Yesus haus akan cinta manusia. Dan kita diajak memberikan 'air' yang bisa melegakan dahaga itu melalui kasih kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan menderita," ujarnya.

Namun, perjalanan pelayanan itu tidak selalu berjalan mulus. Beberapa lokasi pelayanan yang mereka gunakan pernah dibakar oleh orang tak dikenal. Namun peristiwa tersebut tidak membuat Sinta dan rekan-rekannya berhenti.

Ia memilih berpindah tempat dan melanjutkan pelayanan di lokasi lain.

"Karena saya mencari Yesus-Yesus yang tersamar itu. Dalam melayani mereka bukan menjadi beban, tetapi persembahan dari iman saya," tuturnya.

Semangat itu membuat pelayanan tetap berjalan hingga kini.

Setiap Senin, sekitar 15 relawan terlibat dalam berbagai kegiatan. Mereka membagikan makanan sehat, mengadakan pemeriksaan kesehatan sederhana, serta menyediakan obat-obatan gratis melalui dukungan dokter yang secara sukarela ikut melayani.

Selain itu, mereka juga mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif seperti belajar kebersihan diri, menggambar, hingga aktivitas kreatif lainnya.

Bank Mini bagi Kaum Miskin

Salah satu program yang unik adalah penyimpanan tabungan bagi para pemulung dan tunawisma.
Program ini lahir dari kebutuhan sederhana. Banyak warga miskin perkotaan tidak memiliki tempat aman untuk menyimpan uang.

Sebagian bahkan hanya menyelipkan uang di saku atau pakaian yang mereka kenakan setiap hari.
Karena itu, tim Sinta membantu menyimpan uang mereka agar tidak habis digunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Saat ini, sekitar 200 orang tercatat sebagai penabung di lokasi pelayanan terbaru. Di lokasi sebelumnya, jumlahnya pernah mencapai 500 hingga 600 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Sri Lanka Lumpuh Total, Lis...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.