Kepemimpinan Berbasis Empati Dinilai Kunci Menghadapi Perubahan Organisasi
Senin, 01 Jun 2026, 21:53 WIBJAKARTAâ Perubahan lanskap bisnis global, perbedaan budaya kerja, serta masuknya generasi baru ke dunia profesional menuntut perusahaan menerapkan pendekatan kepemimpinan yang lebih adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Jobstreet by Seek membagikan sejumlah pelajaran penting bagi praktisi sumber daya manusia (SDM) dan pemimpin bisnis melalui diskusi dalam episode kedua podcast Power Talks.
Dalam perbincangan tersebut, Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor, Widyo Rulyantoko, memaparkan berbagai pengalaman dan pandangannya mengenai kepemimpinan modern yang dinilai relevan bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif di tengah perubahan yang semakin cepat.
Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya menjaga fokus tim pada tantangan eksternal, bukan konflik internal. Menurut Widyo, pemimpin harus mampu mengarahkan energi organisasi untuk menghadapi perubahan pasar dan persaingan bisnis, alih-alih terjebak dalam gesekan antarindividu atau antarunit kerja.
âPertarungan yang sesungguhnya ada di luar perusahaan, yaitu menghadapi perubahan pasar dan kompetitor,â ujar Widyo melalui keterangannya.
Selain itu, Widyo menilai kemampuan menjembatani perbedaan budaya menjadi keterampilan yang semakin krusial, terutama bagi perusahaan yang beroperasi secara regional maupun global. Perbedaan gaya kerja, prioritas, dan ekspektasi antarnegara dapat menjadi tantangan tersendiri apabila tidak dikelola dengan baik.
Menurutnya, keterbukaan, kemampuan bernegosiasi, dan pencarian titik temu menjadi faktor penting dalam membangun kolaborasi lintas budaya yang efektif.
Widyo juga menyoroti karakteristik generasi muda, khususnya Gen Z, yang dinilai membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai tujuan sebuah pekerjaan. Ia mengatakan bahwa pendekatan kepemimpinan yang hanya berfokus pada instruksi tidak lagi cukup untuk membangun keterlibatan generasi tersebut.
Sebaliknya, pemimpin perlu memberikan konteks yang jelas mengenai tujuan dan dampak pekerjaan yang dilakukan, sekaligus memberi ruang bagi karyawan untuk menentukan cara terbaik dalam menjalankan tugasnya. Pendekatan tersebut diyakini dapat mendorong inovasi sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.
Di sisi lain, Widyo menegaskan bahwa fungsi SDM saat ini perlu bertransformasi dari sekadar menjalankan tugas administratif menjadi mitra strategis bisnis. Menurutnya, HR harus memahami arah perusahaan, mengelola pengembangan organisasi, menyiapkan talenta masa depan, serta membangun budaya kerja yang mendukung keberlanjutan bisnis.
âBuat saya, kepemimpinan hari ini bukan hanya soal mengarahkan tim untuk mencapai target, tetapi juga bagaimana kita membangun titik temu di tengah perbedaan budaya, generasi, dan cara kerja. Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,â kata Widyo.
Aspek empati juga menjadi salah satu fondasi penting dalam kepemimpinan modern. Widyo menilai bahwa dalam situasi transisi organisasi maupun tekanan bisnis, keputusan sulit tetap harus dijalankan dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.
Menurutnya, menjaga martabat individu dan membangun komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari proses perubahan yang sehat di dalam organisasi.
Sementara itu, Head of Country Marketing Jobstreet by Seek Indonesia, Sawitri, mengatakan bahwa kompleksitas tantangan dunia kerja saat ini membuat fungsi HR harus mengambil peran yang lebih strategis.
âInsight dari Pak Widyo menegaskan bahwa HR hari ini perlu hadir sebagai business leader yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan kebutuhan manusia di dalam organisasi. Ini menjadi semakin penting ketika perusahaan harus bergerak cepat, tetapi tetap menjaga budaya kerja yang sehat dan kolaboratif,â ujarnya.
Diskusi tersebut merupakan bagian dari podcast Power Talks, sebuah program yang dihadirkan Jobstreet by Seek sebagai wadah berbagi wawasan mengenai dunia kerja, rekrutmen, dan pengelolaan SDM.
Melalui program tersebut, Jobstreet by Seek menghadirkan para profesional dan praktisi dari berbagai perusahaan untuk membahas tantangan serta peluang yang berkembang di dunia kerja Indonesia.
Sawitri mengatakan, Power Talks diharapkan dapat memberikan perspektif baru yang dapat diterapkan secara langsung oleh praktisi HR, pemimpin bisnis, maupun pencari kerja.
âMelalui Power Talks, kami ingin membawa percakapan yang lebih jujur, praktis, dan dekat dengan realitas dunia kerja. Harapannya, para profesional HR, pemimpin bisnis, dan pencari kerja bisa mendapatkan perspektif baru yang dapat langsung diterapkan,â kata Sawitri.
- dunia kerja
- Karyawan
- Budaya Kerja
- Produktivitas
- Transformasi Bisnis
- Kepemimpinan
- Leadership
- Gen Z
- Manajemen SDM
- pengembangan talenta
- human resources (HR)
- kepemimpinan bisnis
- HR
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kehidupan Orangutan Morio di Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari
-
Tren Kopi dan Gaya Hidup Urban Diangkat Lewat Kampanye Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Harga Minyak Mentah Tembus $100 Karena Perundingan Damai AS_Iran Tak Pasti
-
Meriah, Pet Fest Indonesia 2026 Hadirkan Beragam Aktivitas untuk Pecinta Hewan
-
Harga BBM Tembus 6 Dollar di California, Tertinggi di AS
-
Pemprov Lampung Wajibkan Koperasi Desa Merah Putih Bermitra dengan SPPG
-
Capaian Perekaman Data Administrasi Kependudukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.