Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kirim Revisi Kerangka Perdamaian Iran dengan Syarat Lebih Keras

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 15:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Kirim Revisi Kerangka Perdamaian Iran dengan Syarat Lebih Keras Doc: ANTARA

ISTANBUL - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengirimkan versi revisi dari kerangka perdamaian yang diusulkan kepada Iran dengan persyaratan yang lebih ketat, di tengah upaya berkelanjutan untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang,

Harian The New York Times pada Sabtu (30/5), mengutip tiga pejabat yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Trump mengubah sejumlah bagian dalam rancangan perjanjian tersebut dan mengirimkannya kembali ke Teheran untuk dipertimbangkan. Laporan itu tidak merinci perubahan yang dilakukan dalam dokumen tersebut.

Para pejabat mengatakan Trump menyampaikan kekhawatiran mengenai ketentuan yang dapat mencakup pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, isu yang sebelumnya juga ia kritik terkait perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinegosiasikan di bawah pemerintahan mantan presiden AS Barack Obama.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Trump semakin frustrasi dengan lambatnya respons Iran terhadap proposal-proposal AS yang dinegosiasikan melalui perantara, termasuk pejabat dari Pakistan.

Seorang pejabat mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa proposal yang telah direvisi itu dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran dan mendorong penerimaan atas kerangka kesepakatan yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk disetujui.

Namun, laporan itu mencatat bahwa komunikasi dengan pimpinan tertinggi Iran terbukti sulit dilakukan, sehingga berpotensi menyebabkan penundaan lebih lanjut jika perubahan tambahan pada dokumen yang digambarkan sebagai nota kesepahaman tersebut.

Isu-isu yang lebih sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya, menurut laporan tersebut.

Situs berita Axios mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa Trump telah diberi tahu bahwa Iran mungkin memerlukan waktu hingga tiga hari untuk memberikan tanggapan.

“Mereka benar-benar berada di dalam fasilitas bawah tanah dan tidak menggunakan email,” ujar pejabat tersebut.

“Akan ada kesepakatan. Seberapa cepatnya, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa seminggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Pada pergantian pekan, kami berharap akan ada sesuatu,” tambahnya.

Adapun pada Jumat, Trump menggelar pertemuan selama dua jam dengan para penasihat seniornya di Ruang Situasi Gedung Putih untuk membahas upaya mengakhiri perang. Namun, tidak ada pengumuman yang disampaikan kepada publik setelah pertemuan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.