Denpasar Fashion Street Angkat Desainer Busana Berbahan Kain Perca

Jumat, 29 Mei 2026, 21:24 WIB

DENPASAR – Dekranasda Kota Denpasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar kembali menggelar Denpasar Fashion Street sebagai ajang untuk mengangkat kreativitas para desainer lokal melalui pemanfaatan kain perca menjadi produk fashion bernilai tinggi.

Sebagai persiapan pelaksanaan, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau langsung hasil rancangan busana para desainer di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (29/5).

Ket. Foto: Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau langsung hasil rancangan busana para desainer di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Bali, Jumat (29/5/2026). — Sumber: ANTARA

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 tersebut akan digelar pada 6 Juni 2026 di kawasan Patung Dewi Melanting, Pelataran Pasar Badung, Denpasar.

Tahun ini, DFS memasuki penyelenggaraan ketiga dengan melibatkan 10 desainer lokal yang masing-masing menampilkan 10 karya busana terbaik.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara mengatakan kreativitas para desainer muda Denpasar menunjukkan perkembangan industri fashion kreatif yang semakin menjanjikan.

Beragam karya yang ditampilkan mengusung konsep inovatif berbahan kain perca yang dikreasikan menjadi busana, tas, aksesori hingga ornamen fashion lainnya.

“Hasil karya para desainer sangat luar biasa. Kreativitas yang ditampilkan mampu mengolah kain perca menjadi busana yang elegan, unik dan bernilai tinggi," katanya.

Hal ini, kata dia, membuktikan desainer Kota Denpasar memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan tetap mengedepankan inovasi serta kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menambahkan, Denpasar Fashion Street menjadi ruang strategis bagi para desainer lokal untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkuat Denpasar sebagai kota kreatif berbasis industri fashion.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka peluang lebih luas bagi para desainer muda untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat. Dengan begitu, produk fashion lokal dapat semakin dikenal dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun event,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan seluruh rancangan busana yang akan ditampilkan telah melalui proses pembahasan dan kurasi bersama desainer senior.

“Sebelum ditampilkan, kami sudah beberapa kali melaksanakan rapat bersama para desainer senior untuk memberikan arahan terkait busana yang akan dipresentasikan. Yang spesifik pada DFS kali ini adalah mengkolaborasikan desain busana dengan pemanfaatan kain perca,” katanya.

Menurutnya, konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan sampah tekstil melalui pemanfaatan kembali sisa kain menjadi produk fashion bernilai ekonomis.

“Sekarang kita menghadapi persoalan sampah, sehingga tema yang kami angkat adalah bagaimana memanfaatkan kain perca agar tidak ada material yang terbuang sia-sia. Kain perca diolah menjadi tas, aksesori hingga busana dengan desain unik sehingga tidak terlihat sebagai bahan sisa,” ujarnya.

Sri Utari menambahkan, seluruh karya yang akan dipamerkan telah melalui proses pembinaan dan kurasi sehingga siap diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Ini menjadi salah satu upaya kami mempromosikan produk-produk fashion hasil karya desainer Kota Denpasar sekaligus menegaskan Denpasar sebagai salah satu industri unggulan di bidang fashion,” pungkasnya.

  • Denpasar Fashion Street

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.