- Home
-
- Megapolitan
-
- Tarik Minat Syuting, Pempr...
Tarik Minat Syuting, Pemprov DKI Desain Jakarta Film Commission untuk Ekosistem Sinema
Rabu, 27 Mei 2026, 11:45 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif, khususnya sektor perfilman nasional. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan ialah pembentukan Jakarta Film Commission (JFC) sebagai wadah kolaborasi sekaligus akselerasi bagi pelaku industri sinema di ibu kota.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri acara nonton bareng film horor terbaru berjudul Badut Gendong di Studio 3 XXI PIM 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (26/5).
Film tersebut diproduksi oleh Magma Entertainment dan disutradarai Charles Gozali. Dalam kesempatan itu, Rano juga mengapresiasi produser Linda Gozali yang dinilai berhasil melanjutkan kiprah keluarga dalam industri perfilman nasional.
Menurut Rano, keberlanjutan generasi dalam dunia perfilman menjadi hal penting untuk menjaga kualitas dan eksistensi industri kreatif Indonesia. Ia menilai regenerasi di sektor perfilman bukan perkara mudah karena membawa tanggung jawab besar terhadap nama dan reputasi keluarga.
"Setelah sekian lama saya tidak aktif secara langsung di dunia film, mereka masih tetap eksis. Di dunia perfilman, regenerasi keluarga membawa beban nama besar yang tidak ringan, tetapi mereka mampu membuktikannya," ujar Rano.
Ia menjelaskan, pembentukan Jakarta Film Commission merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI membangun ekosistem perfilman yang lebih kuat dan terintegrasi. Kehadiran lembaga tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mempercepat proses produksi film sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas antara pemerintah dan insan perfilman.
Menurut Rano, Jakarta memiliki potensi besar menjadi pusat industri kreatif nasional, terutama di sektor perfilman dan hiburan. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan iklim industri yang sehat dan kompetitif.
"Inilah yang sedang kita desain. Mudah-mudahan setelah Jakarta Film Commission terwujud secara matang, kita bisa bekerja sama lebih besar lagi untuk mendukung lahirnya film-film berkualitas di Jakarta," katanya.
Rano menambahkan, kehadiran logo Jakarta dan rangkaian perayaan HUT Kota Jakarta dalam kegiatan nobar tersebut menjadi simbol arah baru pembangunan ibu kota yang berbasis budaya dan pariwisata. Pemerintah daerah ingin menjadikan sektor kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi Jakarta di masa mendatang.
Pembentukan Jakarta Film Commission juga diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif yang ramah bagi industri perfilman. Selain mendukung produksi film lokal, keberadaan JFC berpotensi menarik minat rumah produksi nasional maupun internasional untuk melakukan syuting di Jakarta.
Melalui penguatan sektor perfilman, Pemprov DKI Jakarta berharap industri kreatif dapat terus tumbuh dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dukungan terhadap perfilman juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas promosi pariwisata Jakarta melalui karya sinema.
- Pemprov DKI Jakarta
- Perfilman Indonesia
- Film Indonesia
- Wagub DKI Rano Karno
- Ekonomi Kreatif
- Industri Perfilman
- Jakarta Film Commission
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
-
Buka JEFF 2026 di Balai Kota, Gubernur Pramono Anung Terima Rekor MURI
-
Komoditas ekonomi kreatif nasional dari rotan
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Film Indonesia Berhasil Curi Perhatian di Festival Film Internasional Shanghai, Tiket Nonton Ludes Terjual!
-
Pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif subsektor kuliner
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.