World Bank Soroti Lima Persoalan Krusial Bali, dari Sampah hingga Krisis Air Bersih

Senin, 25 Mei 2026, 03:00 WIB

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menerima masukan dari World Bank atau organisasi keuangan global soal lima persoalan Bali yang menjadi perhatian dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemprov Bali, infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” kata Koster dalam keterangan di Denpasar, Minggu (24/5).

Ket. Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat pertemuan dengan World Bank Country Director Carolyn Turk bahas lima persoalan Bali di Denpasar, Minggu (24/5). — Sumber: Antara

Dalam pertemuan Gubernur Bali dengan World Bank Country Director Carolyn Turk itu mencuat lima persoalan yang menjadi tantangan dan dinilai mestinya diselesaikan.

Isu tersebut yaitu pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan sumber daya listrik di sejumlah wilayah di Bali.

Untuk itu Gubernur Bali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas masukan terkait pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan itu, apalagi masukan tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Seperti pada infrastruktur, dimana infrastruktur sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali sehingga harus ditangani secara serius dan terencana.

Dalam aspek lingkungan, kata dia, Pemprov Bali juga sudah terus mendorong terwujudnya alam Bali yang bersih dan sehat melalui berbagai kebijakan, diantaranya pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga untuk menopang kehidupan generasi mendatang,” ucapnya.

Kemudian dalam aspek manusia, Gubernur Koster menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah seperti memastikan kebutuhan atas udara yang bersih, air yang sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.

“Udara Bali harus bagus, air bersih dan sehat harus disiapkan, Bali juga harus berdaulat pangan,” ujarnya.

Dan untuk energi, ia merespons bahwa Pemprov Bali juga mendorong kemandirian energi bersih demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan.

Terbukti dari Koster tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan lebih mengutamakan energi bersih, didorong juga lewat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, hingga penyiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara.

“Pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove, serta tanaman endemik Bali guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan, seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali, serta menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kualitas Hidup

World Bank Country Director Carolyn Turk sendiri mengatakan lima persoalan Bali tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar serta kualitas hidup masyarakat Bali.

Apabila persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik mulai dari sekarang, ketakutan World Bank, Bali berpotensi menghadapi berbagai persoalan serius di masa mendatang.

“Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, tetapi juga periode-periode mendatang, Bali saat ini masih menjadi primadona dunia, tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan,” ujar Carolyn.

Sebagai tindak lanjut atas data yang dimiliki oleh World Bank, pihaknya meminta Gubernur Bali untuk menunjuk tim teknis agar bisa berkolaborasi menggelar diskusi lanjutan membahas berbagai solusi strategis dan langkah penanganan yang dapat diterapkan.

“Hasil pembahasan bersama tim teknis nantinya akan kembali disampaikan kepada Gubernur Bali dalam agenda pertemuan berikutnya,” kata dia.

Carolyn berharap, pemerintah dapat memperkuat langkah pembangunan berkelanjutan agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat Bali.

“Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga melihat periode-periode mendatang, tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan dan tetap prima hingga tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.