Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polri Pastikan Tak Ada Sabotase dalam Insiden 'Blackout' di Sumatera

📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polri Pastikan Tak Ada Sabotase dalam Insiden 'Blackout' di Sumatera Doc: ANTARA
Ket. Jajaran Bareskrim Polri dan perwakilan PLN menunjukkan kabel transmisi yang terputus dalam peristiwa "blackout" Sumatera di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

JAKARTA - Bareskrim Polri memastikan tidak ada sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatera pada Jumat (22/5).

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5) .

Ia menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan perwakilan PT PLN telah melaksanakan investigasi pada Minggu (24/5).

Investigasi dilaksanakan pada tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Hal itu berdasarkan hasil identifikasi awal bahwa pada Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB, telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di wilayah Jambi.

Ia mengungkapkan bahwa pada lokasi investigasi, tim gabungan menemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ucapnya.

Dugaan tersebut, ujar dia, diperkuat oleh keterangan masyarakat di sekitar lokasi kejadian yang menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan lalu terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi.

Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan PT PLN dan diperoleh informasi bahwa sebelum terjadinya gangguan pada tanggal 22 Mei 2026 pada pukul 18.30 WIB, kondisi sistem kelistrikan Sumatera berada dalam keadaan normal dan terintegrasi.

Diketahui pula, bahwa terdapat aliran daya yang signifikan menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi yaitu jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai.

Maka, apabila terjadi gangguan, akan berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar dan memicu blackout sistem interkoneksi Sumatera.

Oleh karena itu, Nunung mengatakan bahwa dugaan sementara penyebab blackout mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan, bukan karena adanya sabotase.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” ucapnya.

Kendati demikian, untuk kepentingan lebih lanjut, bagian kabel transmisi yang terputus saat ini dalam penanganan Puslabfor Polri untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.