Pemkot Bogor: Jembatan Paledang-Pasir Jaya Selesai Bulan November
Minggu, 24 Mei 2026, 15:48 WIBKABUPATEN BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menargetkan pembangunan jembatan penghubung antara wilayah Paledang dan Pasir Jaya rampung pada November 2026 setelah penantian panjang lebih dari lima tahun.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Sabtu, mengatakan tahapan pembangunan jembatan mulai dilaksanakan pada akhir Mei 2026 dengan masa pengerjaan selama 180 hari.
âPerlu diketahui bahwa ini ikhtiar panjang, lebih dari lima tahun. Pemenang lelang sudah ada dan penting diketahui masyarakat. Harus tersosialisasikan,â kata Jenal.
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan persoalan aksesibilitas yang selama ini dikeluhkan warga di dua wilayah tersebut.
Jenal menjelaskan, saat meninjau lapangan bersama warga, terdapat sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari keterlibatan tenaga kerja lokal hingga pengaturan operasional jembatan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas.
âJadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau meninggal dunia,â ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek selama proses pembangunan berlangsung, serta pemasangan penerangan jalan umum di area jembatan.
Pemkot Bogor, lanjut Jenal, akan mengoordinasikan berbagai masukan teknis tersebut bersama aparatur wilayah, dinas terkait, dan pihak ketiga pelaksana pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan secara teknis tinggi rangka jembatan mencapai 2,7 meter dengan jarak titik buhul ke titik buhul sepanjang 2,40 meter.
Ia menyebut terdapat perbedaan elevasi sekitar tiga meter di kedua titik lokasi sehingga desain jembatan dibuat menurun ke arah Kelurahan Paledang.
âSesuai kontrak, pengerjaan dimulai pada 29 Mei dan selesai pada 25 November. Mudah-mudahan 180 hari ini bisa dimaksimalkan, meskipun medannya cukup berat,â kata Chusnul.
Menurut dia, salah satu tantangan dalam pembangunan ialah proses pengangkutan material besi baja yang membutuhkan area cukup luas untuk proses pemuatan material.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Persija Resmi Rekrut Bruno Tubarao, Lengkapi Kuota Pemain Asing di Super League 2025-2026
-
Modifikasi Cuaca di Jakarta Masih Berlanjut untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem
-
Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana, Dihadiri Puan Maharani dan Dasco
-
KPK dan Kejagung Diminta Selidiki Dugaan Kongkalikong Impor Daging Beku
-
Seorang Lansia di Palangka Raya Terancam 20 Tahun Penjara karena Sabu
-
Gerakan Bersih Sungai Code di Bantul Wujud Nyata Perubahan Budaya Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.