Menteri PU Cek Padat Karya Tunai di Aceh Tamiang, Target 23 Ribu Titik Bersih dari Lumpur

Minggu, 24 Mei 2026, 21:35 WIB

ACEH– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau salah satu lokasi pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (24/5). Kegiatan yang dilakukan berupa pembersihan lumpur di kawasan permukiman warga terdampak bencana.

Menteri Dody menyampaikan bahwa penanganan endapan lumpur di area pemukiman menjadi prioritas pemerintah. Sejak awal bencana, sedimentasi dan lumpur memang menjadi persoalan utama di Aceh Tamiang.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan 23.000 titik rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang ditangani melalui program padat karya. Masyarakat lokal melakukan pembersihan lumpur di kawasan permukiman warga terdampak bencana — Sumber: istimewa

“Saya ingin melihat langsung penanganan lumpur di kawasan perumahan. Ini penting karena sejak awal masalah utama di Tamiang adalah lumpur. Maka harus segera dibersihkan melalui skema padat karya agar masyarakat bisa terlibat langsung,” ujar Menteri Dody.

Program Padat Karya Tunai di Aceh Tamiang sudah berjalan sejak masa tanggap darurat. Skema ini menjadi bagian dari pemulihan berbasis masyarakat yang diharapkan dapat menggerakkan kembali ekonomi lokal. Melalui program ini, pemilik rumah dan warga dilibatkan langsung untuk membersihkan rumah, lingkungan, drainase, hingga memulihkan kawasan.

“Program ini sudah berjalan sejak awal bencana. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, masyarakat terdampak kita aktifkan agar ikut berperan dalam proses pemulihan,” kata Menteri Dody.

Di lokasi yang ditinjau, kegiatan pembersihan rumah sudah berlangsung selama 3 hari. Kerusakan akibat lumpur di area tersebut tergolong cukup berat.

“Ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan dalam 1 sampai 2 hari ke depan bisa rampung sehingga warga bisa kembali hidup dengan lebih layak,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Kementerian PU menargetkan 23.000 titik rumah dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang dapat ditangani melalui program padat karya.

“Model ini akan menjadi percontohan yang nantinya bisa diterapkan di wilayah lain,” kata Menteri Dody.

Selain pembersihan rumah, program padat karya tunai di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase sepanjang 28.568 meter. Kegiatan ini melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran Rp2,45 miliar.

Menteri Dody meminta agar program padat karya tunai segera diperluas ke daerah lain yang terdampak bencana, khususnya wilayah dengan sedimentasi dan lumpur di permukiman warga.

“Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Setelah itu akan menyasar Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kami tangani dengan skema yang sama, terutama yang terdampak lumpur di rumah warga,” tegas Menteri Dody

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.