Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hantavirus Mengancam, DPRD DKI Minta Wilayah Padat Penduduk Dibenahi

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 15:20 WIB | Oleh:
Hantavirus Mengancam, DPRD DKI Minta Wilayah Padat Penduduk Dibenahi Doc: ANTARA
Ket. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggencarkan aksi bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi penyebaran Hantavirus. Penyakit tersebut diketahui dapat menular melalui hewan pengerat seperti tikus.

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggencarkan aksi bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi penyebaran Hantavirus. Penyakit tersebut diketahui dapat menular melalui hewan pengerat seperti tikus.

Ima menilai langkah preventif perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan dari tingkat provinsi hingga wilayah. Upaya itu dinilai penting terutama di kawasan padat penduduk dengan kondisi sanitasi yang masih kurang memadai.

Menurut dia, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

"Maka itu tadi mungkin seluruh jajaran pemerintahan, dari gubernur, wakil gubernur, sampai dengan kelurahan, kita juga mengimbau untuk bersih-bersih," ujar Ima, Jumat (22/5).

Ima menambahkan, wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi dan kondisi sanitasi buruk membutuhkan perhatian lebih besar. Pemerintah daerah diminta melakukan pengawasan dan edukasi secara rutin kepada masyarakat.

"Khususnya wilayah-wilayah yang memang masih kurang sanitasi dan sebagainya, padat penduduk," katanya.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan di Jakarta Barat yang masih memiliki persoalan sanitasi lingkungan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berkembangnya populasi tikus yang menjadi media penularan Hantavirus.

Karena itu, setiap lingkungan RW yang tergolong kumuh diminta meningkatkan perhatian terhadap kebersihan dan sanitasi. Menurutnya, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air dan mengelola sampah dengan baik sangat penting dilakukan.

"Harus dijaga kebersihannya, khususnya sanitasi," tegas Ima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati sebelumnya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan deteksi dini terhadap gejala yang mengarah pada Hantavirus. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit.

Ani juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah agar tidak menjadi sarang tikus. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan.

"Kami terus melakukan pemantauan ketat secara epidemiologi di seluruh wilayah Jakarta agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat," ujar Ani.

Ia menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan hewan pengerat kepada manusia melalui kontak langsung, air liur, urine, maupun kotoran tikus yang terhirup. Karena itu, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten.

Selain menjaga kebersihan rumah, warga juga diminta menutup rapat tempat penyimpanan makanan dan memastikan sampah tidak menumpuk. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mencegah tikus masuk ke lingkungan rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.