Krisis Sudan: Perang Belum Usai, Relawan Kini Harus Hadapi Wabah Penyakit

Jumat, 22 Mei 2026, 17:57 WIB

JENEWA - Di tengah kondisi tidak aman dan tantangan akses, komunitas bantuan di Sudan berjuang untuk menanggulangi wabah demam berdarah dengue (DBD), mpox, dan kasus suspek kolera, kata badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (21/5).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa di wilayah El Nuhud, Negara Bagian Kordofan Barat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama para mitranya tengah menangani dugaan wabah diare akut berair yang umum dikaitkan dengan kolera. Lebih dari 100 kasus suspek dan puluhan kematian terkait telah dilaporkan pekan ini.

Ket. Foto: — Sumber: UNHCR/Isadora Zoni

Di wilayah Darfur, badan kemanusiaan PBB bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menangani dugaan wabah mpox di negara bagian Darfur Tengah dan Darfur Selatan, tempat lebih dari 300 suspek kasus dan lima kematian terkait dilaporkan pekan ini, kata OCHA.

"WHO mendukung kampanye vaksinasi kolera dan campak berskala besar yang dipimpin otoritas di Darfur," kata OCHA.

OCHA mengatakan bahwa di Negara Bagian Utara dan Negara Bagian Sungai Nil, WHO bersama mitra kesehatan telah merespons wabah DBD. Di Negara Bagian Utara, jumlah kasus suspek bertambah lebih dari tiga kali lipat dalam sebulan terakhir hingga melampaui 500 kasus.

"Keadaan darurat kesehatan ini terjadi ketika situasi tidak aman terus membahayakan warga sipil dan operasi kemanusiaan," kata OCHA.

Di Kordofan Selatan, sejumlah serangan drone di dalam dan sekitar Dilling pada kemarin (Rabu (20/5)) dilaporkan mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Salah satu serangan dilaporkan merusak fasilitas kesehatan serta menghancurkan pasokan dan peralatan medis.

OCHA mengatakan komunitas kemanusiaan di Sudan telah membantu lebih dari 1,6 juta orang dalam empat bulan pertama tahun ini.

OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil serta memfasilitasi akses bantuan, sebagaimana diwajibkan hukum humaniter internasional. Tambahan pendanaan juga tetap sangat penting untuk menyalurkan bantuan penyelamat jiwa kepada jutaan orang di Sudan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.