Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Kebudayaan Jajaki Kerja Sama Industri Film dan Pengobatan Tradisional dengan China

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Menteri Kebudayaan Jajaki Kerja Sama Industri Film dan Pengobatan Tradisional dengan China Doc: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan penjajakan kerja sama dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) bersama Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC).

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjajaki peluang kerja sama strategis dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) dan Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC) guna memperkuat ekosistem industri kreatif dan kebudayaan, Rabu (20/5).

Lewat keterangan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, penjajakan dilakukan terkait penguatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang antara lain; perfilman, pengobatan tradisional, hingga pengembangan industri kreatif berbasis teknologi.

Fadli Zon, menegaskan bahwa industri film Indonesia saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang sangat positif dan terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Tiongkok.

Menurut Menbud, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri perfilman, baik dari sisi produksi, pasar penonton, maupun infrastruktur yang masih terus berkembang.

Ia juga menilai kolaborasi antar pelaku industri dan sineas kedua negara perlu diperkuat melalui skema produksi maupun ko-produksi.

“Industri film Indonesia sedang berkembang sangat baik. Produksi film nasional kini mencapai lebih dari 250 film per tahun dengan jumlah penonton lebih dari 122 juta. Potensi kerja sama dengan Tiongkok sangat besar, termasuk untuk pengembangan produksi bersama dan infrastruktur perfilman nasional,” jelasnya.

Menbud juga menyampaikan bahwa kebutuhan layar bioskop di Indonesia masih sangat tinggi, dari kebutuhan sekitar 10 ribu layar bioskop secara nasional, saat ini baru tersedia sekitar 2.500 layar sehingga masih terbuka lebar ruang investasi dan pengembangan industri perfilman di Indonesia.

Ia juga berharap teknologi bioskop yang sedang dikembangkan oleh Tiongkok dapat diimplementasikan di tanah air sehingga lebih modern dan relevan dengan perkembangan teknologi bioskop dunia. 

Vice President of the China Association for Economic Development in Asia sekaligus Director of GDTTC, Li Yu, menyampaikan ketertarikan pihaknya untuk memperluas pertukaran budaya Indonesia-Tiongkok melalui kerja sama perfilman, pertunjukan seni, konser, hingga pengembangan drama dan film lintas negara.

Pihaknya juga membuka peluang adaptasi drama populer Tiongkok untuk diproduksi ulang di Indonesia serta kolaborasi produksi film bersama sineas di kedua negara.

“Kami berharap pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia dapat semakin berkembang melalui film, pertunjukan seni, dan kolaborasi industri kreatif kedua negara,” ujar Li Yu.

Selain perfilman, delegasi Tiongkok juga memaparkan rencana pengembangan kerja sama di bidang traditional medicine atau pengobatan tradisional.

Deputy Director Global ITC sekaligus General Manager Center for Medical and Health Industry, Pan Zhaojun, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, riset bersama, hingga pengembangan pusat layanan pengobatan tradisional kedua negara.

Fadli lantas menyambut positif gagasan tersebut, pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan Indonesia karena berkaitan erat dengan pengetahuan tradisional masyarakat, termasuk jamu dan pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.