Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Cari Kepastian Regulasi, Bukan Sekadar Iming-Iming Insentif

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investor Cari Kepastian Regulasi, Bukan Sekadar Iming-Iming Insentif Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Dorongan agar pemerintah memperkuat kepastian hukum mencerminkan bahwa daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh insentif finansial, melainkan juga oleh stabilitas regulasi dan jaminan iklim usaha.

Investor yang menanamkan modal di sektor riil cenderung mempertimbangkan kepastian aturan, konsistensi kebijakan, serta perlindungan terhadap kontrak dan aset dalam jangka panjang.

Sementara itu, insentif berupa suku bunga tinggi dan yield menarik dinilai lebih efektif menarik arus modal jangka pendek ke pasar keuangan, bukan investasi produktif yang menciptakan lapangan kerja dan mendorong industrialisasi.

Karenanya, penguatan reformasi hukum dan birokrasi menjadi faktor krusial agar Indonesia mampu menarik investasi berkualitas yang memiliki dampak ekonomi berkelanjutan.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Esther Sri Astuti menilai investasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Namun pemerintah perlu membenahi pengelolaan serta kepastian kebijakan agar target pertumbuhan dapat tercapai,” ujarnya, Rabu (20/5).

Menurut Esther, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 13.000 triliun rupiah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Karena itu, strategi peningkatan investasi harus dilakukan di tingkat makro maupun mikro melalui penguatan hilirisasi, reformasi perizinan, pembangunan infrastruktur dan logistik, serta pemberian insentif fiskal dan non-fiskal bagi investor.

Esther juga menekankan pentingnya pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah sebelum diekspor, sekaligus penyederhanaan perizinan guna memberikan kepastian usaha.

Sementara bagi investor, Esther menyarankan diversifikasi portofolio, fokus pada sektor prospektif seperti energi terbarukan dan digitalisasi, serta strategi investasi bertahap untuk menghadapi volatilitas pasar.

“Investasi tidak bisa ditaruh di satu keranjang. Diversifikasi dan konsistensi jadi kunci agar tahan terhadap gejolak pasar,” tegas Esther.

Pada 2025, realisasi investasi nasional tercatat 1.931,2 triliun rupiah, melampaui target 1.905,6 triliun rupiah dan tumbuh 12,7 persen secara tahunan. Pada 2026, pemerintah menaikkan target investasi menjadi 2.041 triliun rupiah.

Kepercayaan Turun

Senada, peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendi menilai pentingnya kepastian hukum dan konsistensi kebijakan untuk menarik investasi jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.