Timnas Iran Terbang ke Turki untuk Uji Coba dan Urus Visa AS Jelang Piala Dunia 2026
Selasa, 19 Mei 2026, 05:00 WIBTEHERAN, IRAN - Di tengah situasi politik yang masih memanas dengan Amerika Serikat, tim nasional Iran tetap melanjutkan persiapan menuju Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Team Melli bertolak ke Turki, Senin (18/5) waktu setempat untuk menjalani pemusatan latihan, laga uji coba, sekaligus mengurus visa menuju Amerika Serikat.
Menurut laporan media Iran, rombongan timnas Iran menuju Antalya dengan membawa 22 pemain yang berkarier di liga domestik bersama staf pelatih.
Pelatih kepala Amir Ghalenoei sebelumnya mengungkapkan bahwa agenda di Turki tidak hanya difokuskan pada persiapan teknis tim, tetapi juga penyelesaian dokumen perjalanan untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Iran memastikan lolos ke putaran final sejak Maret 2025. Namun perjalanan mereka menuju turnamen berlangsung dalam situasi hubungan diplomatik yang tegang setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Meski gencatan senjata sempat meredakan konflik selama beberapa pekan terakhir, proses negosiasi damai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Ketegangan kembali meningkat menyusul serangan drone ke sejumlah negara Teluk pada akhir pekan serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik baru.
Di tengah kondisi tersebut, otoritas Amerika Serikat memastikan Iran tetap diperbolehkan tampil di Piala Dunia. FIFA juga menegaskan turnamen akan berjalan sesuai rencana dan menolak usulan Iran untuk memindahkan pertandingan mereka ke negara tuan rumah lain seperti Kanada atau Meksiko.
âSaya pikir biarkan mereka bermain,â kata Trump pada akhir April lalu terkait partisipasi Iran di turnamen tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyebut persoalan potensial bukan berasal dari pemain, melainkan beberapa anggota delegasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan Garda Revolusi Iran, organisasi yang dikategorikan Washington sebagai kelompok teroris.
Ketegangan serupa sebelumnya juga muncul ketika pejabat federasi sepak bola Iran membatalkan perjalanan ke Kongres FIFA di Kanada bulan lalu. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas imigrasi Kanada.
Salah satu anggota delegasi tersebut adalah Mehdi Taj, mantan anggota Garda Revolusi Iran yang turut menjadi perhatian otoritas Kanada.
Selama berada di Antalya, Iran dijadwalkan menjalani dua laga persahabatan. Salah satu pertandingan yang sudah dikonfirmasi adalah menghadapi Gambia pada 29 Mei.
Namun hingga pekan lalu, proses penerbitan visa Amerika Serikat untuk delegasi Iran masih belum rampung.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom telah mengadakan pertemuan dengan federasi sepak bola Iran di Turki pada Sabtu lalu. Kedua pihak menyebut pembicaraan berlangsung positif dan konstruktif.
Jika seluruh proses administrasi selesai tepat waktu, Iran akan menjadikan Tucson, Arizona, sebagai markas selama turnamen berlangsung. Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan memulai perjalanan mereka melawan Selandia Baru pada 15 Juni, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir.
- Iran
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda dalam Adu Penalti yang Menegangkan
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Piala Dunia, Andreas Schjelderup Kejutkan Inggris dengan Gol Spektakuler
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
-
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe
-
Profil Semifinalis Piala Dunia 2026, Semuanya Pernah Juara tapi dengan Karakter Berbeda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.