Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lindungi Pedagang Kecil, Mataram Setop Ekspansi Ritel Modern Baru

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lindungi Pedagang Kecil, Mataram Setop Ekspansi Ritel Modern Baru Doc: ANTARA.
Ket. Arsip foto-Seorang warga memilih beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog di salah satu ritel modern.

MATARAM – Perlindungan terhadap keberlangsungan pasar rakyat dan pedagang kecil menjadi aspek penting dalam menjaga keseimbangan struktur ekonomi nasional.

Pasar rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai penopang utama ekonomi kerakyatan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Di tengah ekspansi ritel modern dan platform digital, pedagang kecil menghadapi tekanan kompetisi yang semakin ketat, baik dari sisi harga, efisiensi rantai pasok, maupun perubahan perilaku konsumen.

Karena itu, kebijakan perlindungan perlu diarahkan pada penguatan akses pembiayaan, modernisasi infrastruktur pasar, serta integrasi dengan ekosistem digital agar pasar rakyat tetap relevan dan mampu bersaing tanpa kehilangan karakter sosial-ekonominya.

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyetop pengeluaran rekomendasi izin baru pendirian ritel modern untuk melindungi keberlangsungan pasar rakyat dan pedagang kecil yang ada di wilayah Kota Mataram.

"Kebijakan itu bagian dari moratorium yang diambil karena jumlah ritel modern yang beroperasi saat ini dinilai sudah lebih dari cukup. Untuk jumlah detailnya, ada di Dinas Perizinan," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Selasa (19/5).

Menurut Irwan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan hampir dua tahun terakhir, belum ada rekomendasi untuk pembukaan atau pendirian retail modern baru di wilayah Kota Mataram.

"Kami sudah berkomitmen untuk tidak menerbitkan rekomendasi izin ritel modern baru," katanya.

Menurutnya, proses perizinan ritel modern harus melalui rekomendasi dari Dinas Perdagangan sebelum diproses lebih lanjut oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Ritel modern saya rasa sudah cukup banyak dan sampai detik ini, kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi lagi untuk itu," katanya lagi.

Dikatakan, selama masa jabatannya, kebijakan penyetopan atau moratorium ini terus berjalan. Meskipun ada beberapa pengusaha yang mencoba mengajukan usulan untuk membuka gerai ritel modern baru, pihak Dinas Perdagangan langsung mengambil langkah tegas untuk menghentikannya.

"Ada beberapa yang memang mau mengajukan, tapi saya stop," ujarnya.

Kebijakan itu diambil bukan tanpa alasan, karena Pemerintah Kota Mataram sangat mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap para pedagang tradisional.

Jika pertumbuhan ritel modern dibiarkan tanpa kendali, hal tersebut dapat mematikan geliat ekonomi masyarakat kecil, khususnya para pedagang di pasar rakyat yang menjadi aset daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

23 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

23 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.