Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Momentum Penguatan Budaya dan Penataan Kota di Jawa Barat

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 10:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Momentum Penguatan Budaya dan Penataan Kota di Jawa Barat Doc: Pemprov Jabar
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menunggang kuda dalam acara puncak Kirab Milangkala Tatar Sunda

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya membangun kota yang bersih, tertata, indah, dan tetap berpijak pada budaya lokal.

Hal itu ia sampaikan saat puncak perayaan Milangkala Tatar Sunda “Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda” di Kota Bandung, Sabtu (16/5) malam.

Menurut gubernur yang kerap disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini, pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada gedung, pusat perbelanjaan, dan hotel, tetapi juga harus menghadirkan ruang seni dan kebudayaan yang memberi kenyamanan serta kebanggaan bagi masyarakat.

“Bandung henteu ukur dipinuhan ku gedong, mall jeung hotel. Tapi, Bandung kudu dipinuhan ku karya-karya seni anu endah (Bandung bukan hanya dipenuhi gedung-gedung, pusat perbelanjaan, dan hotel. Tetapi, Bandung seharusnya dipenuhi dengan karya seni yang indah)," ujar KDM, dikutip dari situs web Pemprov Jabar.

KDM juga menekankan pentingnya penataan lingkungan perkotaan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan jalan, trotoar, saluran air, hingga penataan pedagang kaki lima.

"Seluruh wilayah di Jawa Barat harus menjadi daerah yang bersih, hijau, tertata, dan membahagiakan masyarakatnya," tegasnya.

Selain menjadi perayaan budaya, KDM berharap, Kirab Mahkota Binokasih Ajeg Tatar Sunda menjadi momentum memperkuat identitas budaya Sunda di tengah perkembangan zaman. "Lembur diurus, kota ditata. Sunda jaya di Nusantara, jaya di buana!" serunya.

Perayaan Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan menampilkan kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta berbagai kesenian Nusantara.

Masyarakat memenuhi sepanjang rute kegiatan untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Adu Hai
Adu Hai
19 May 2026, 13:56 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.