Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarawan Ungkap Pentingnya Pelabuhan Cilacap bagi Aktivitas Ekonomi dan Transportasi

2 Sabtu, 16 Mei 2026, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sejarawan Ungkap Pentingnya Pelabuhan Cilacap bagi Aktivitas Ekonomi dan Transportasi Sejarawan Ungkap Pentingnya Pelabuhan Cilacap bagi Aktivitas Ekonomi dan Transportasi Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Ilustrasi - Sebuah kapal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

PURWOKERTO – Keberadaan pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekitar, terutama sebagai pusat distribusi barang dan aktivitas perdagangan.

Pelabuhan yang aktif dapat memperlancar arus logistik, mempermudah akses perdagangan antardaerah maupun ekspor-impor, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak lebih cepat.

Di sisi lain, kawasan sekitar pelabuhan biasanya ikut berkembang karena munculnya berbagai peluang usaha baru, mulai dari jasa transportasi, pergudangan, hingga sektor UMKM.

Karena itu, pengembangan pelabuhan yang didukung infrastruktur memadai dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Sejarawan maritim Universitas Indonesia (UI) Prof Susanto Zuhdi menilai Pelabuhan Cilacap memiliki posisi penting dalam mendukung pengembangan kawasan Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan sebagai penyangga pangan nasional melalui penguatan konektivitas logistik, perdagangan dan distribusi hasil pertanian.

“Kalau kita melihat sejarahnya, Pelabuhan Cilacap bukan wilayah pinggiran biasa. Dari yang semula dianggap terra incognita, kawasan ini kemudian berkembang menjadi pelabuhan ternama di pesisir selatan Jawa dan memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah pedalaman,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (15/5).

Ia mengatakan perkembangan Pelabuhan Cilacap tidak dapat dilepaskan dari posisi geografisnya yang terhubung dengan sejumlah daerah hinterland, mulai dari wilayah eks Keresidenan Banyumas, Bagelen, hingga sebagian Priangan Timur, yang sejak lama menjadi sentra produksi pertanian dan perkebunan.

Pada tahap awal, kata dia, aktivitas pelayaran dan perdagangan masyarakat pesisir berkembang melalui Sungai Donan, Citanduy, Serayu, serta sejumlah sungai lainnya yang menjadi jalur transportasi dari pesisir menuju pedalaman dan sebaliknya.

“Pelabuhan ini tumbuh dari kebutuhan masyarakat pesisir, nelayan Segara Anakan, dan masyarakat pedalaman yang memanfaatkan jaringan sungai sebagai sarana perhubungan ekonomi,” kata pria asli Banyumas itu.

Lebih lanjut, dia mengatakan peran Pelabuhan Cilacap semakin menguat pada masa Cultuurstelsel sejak 1830 ketika pemerintah kolonial menjadikannya sebagai salah satu jalur pengangkutan cash crop atau tanaman komersial seperti kopi, gula, dan indigo (nila) dari wilayah selatan Jawa atau Jasela.

Menurut dia, kejayaan pelabuhan tersebut mencapai puncaknya pada periode 1888 hingga 1930 setelah tersambung dengan jalur kereta api Yogyakarta-Cilacap serta jaringan trem uap Lembah Serayu yang menghubungkan Cilacap dengan Purwokerto, Sokaraja, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

“Pada masa itu Cilacap menjadi pelabuhan ekspor yang dominan. Komoditas seperti gula, kopi, tembakau, dan kopra diangkut melalui jaringan rel dan langsung terhubung dengan pelabuhan,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, perkembangan jaringan transportasi darat dan kereta api menuju pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Jawa justru menjadi salah satu faktor menurunnya peran strategis Pelabuhan Cilacap.

“Semakin luasnya jaringan jalan raya dan kereta api justru menjadi faktor runtuhnya Pelabuhan Cilacap karena cash-crops dan barang lainnya lebih mudah diangkut ke pelabuhan-pelabuhan pesisir utara Jawa,” katanya.

Kendati demikian, ia menilai Pelabuhan Cilacap, khususnya Pelabuhan Tanjung Intan, masih memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran strategis seiring pengembangan kawasan industri, agro-maritim, dan logistik di wilayah selatan Jawa Tengah (Jateng).

Ia mengatakan rencana induk pelabuhan yang telah ditetapkan pemerintah serta perkembangan tata ruang wilayah memberikan ruang bagi peningkatan kapasitas layanan kepelabuhanan di Cilacap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Suriah Gagalkan Serangan Sa...
Luar Negeri
Sahara Barat Dibayangi Anca...
Luar Negeri
Redam Perang Dagang, AS-Kan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.