BPBD Palangka Raya Siapkan 30 Poslap untuk Antisipasi Karhutla.
Sabtu, 16 Mei 2026, 18:49 WIBBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyiapkan 30 pos lapangan (poslap) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring fenomena El Nino.
"Kami sudah menyiapkan sekitar 30 poslap yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya," kata Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet di Palangka Raya, Sabtu.
Dia mengatakan, poslap karhutla memiliki peran penting sebagai pusat kendali operasional dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan penanganan kebakaran di tingkat wilayah.
Keberadaan poslap menjadi ujung tombak koordinasi di lapangan karena mampu mempercepat respons saat muncul titik api maupun potensi kebakaran.
"Dengan adanya poslap, seluruh unsur yang terlibat seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api dapat bekerja secara terpadu dan terarah," kata Balap.
Dia menerangkan, fungsi utama poslap karhutla tidak hanya sebatas memantau kejadian kebakaran, tetapi juga melakukan deteksi dini, pengumpulan data, pemetaan wilayah rawan, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat.
Poslap menjadi tempat pengendalian operasi pemadaman sekaligus pusat komunikasi antarinstansi agar penanganan di lapangan berjalan efektif.
"Poslap juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan," katanya.
Tim akan melakukan patroli rutin ke wilayah rawan, memantau hotspot, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman seperti mesin pompa, selang, embung air, dan kendaraan operasional.
Ia menjelaskan, selain pembentukan poslap, BPBD juga melakukan patroli rutin, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, khususnya menjelang musim kemarau panjang.
BPBD Kota Palangka Raya, tambah dia, juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pembangunan embung atau penampungan air di kawasan rawan karhutla.
âPembuatan embung ini akan dikerjakan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Palangka Raya. Nantinya embung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran,â tambahnya.
Balap berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Begini Kronologinya, Satu Warga Meninggal Saat Karhutla Melanda Ketapang
-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.
-
Pemkot Serang Cetak Wirausaha Muda Lewat Pertanian Hidroponik
-
Menkeu: Kinerjanya Membaik, Direktorat Jenderal Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan
-
10 Catatan Penting dari Piala Dunia 2026: Format Baru Sukses, Spanyol Juara, hingga Kontroversi Tiket Mahal
-
Harga Cabai Rawit Rp47.300/Kg, Telur Ayam Rp30.350/Kg
-
Dukung Program Kementan, Sulsel Siapkan Pengembangan PM-AAS Seluas 91.340 Hektare.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.