Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PSIM Yogyakarta Targetkan Lisensi AFC Champions League Two untuk Musim 2026/2027

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 06:25 WIB | Oleh:
PSIM Yogyakarta Targetkan Lisensi AFC Champions League Two untuk Musim 2026/2027 Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Pesepak bola PSIM Yogyakarta Jose Pedro Ze Valente (kanan) bersama rekanya Pulga Vidal (kiri) melakukan selebrasi seusai berhasil menjebol gawang Persijap Jepara pada laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Rabu (11/3). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2:2.

JAKARTA - Setelah menuntaskan dahaga penantian selama 18 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, PSIM Yogyakarta kini mulai merajut mimpi yang lebih besar di level kontinental.

Meski pada siklus tahun ini baru mengantongi lisensi kompetisi domestik, manajemen Laskar Mataram menegaskan komitmennya untuk segera mengejar lisensi AFC Champions League Two pada musim mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya profesionalisme klub dalam membangun fondasi jangka panjang, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur dan organisasi sebelum benar-benar membawa identitas Yogyakarta bersaing di panggung Asia.

Hal ini dikatakan General Manager PSIM, Steven Sunny, setelah juara Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 ini menjadi satu dari hanya dua tim BRI Super League musim ini yang tak mendapatkan lisensi ACL 2 bersama PSBS Biak.

“Untuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/27), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/28,” kata Steven, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.

Dalam paparan hasil lisensi klub siklus musim ini, PSIM tercatat hanya mendapatkan status "granted" untuk berkompetisi di Super League pada musim depan, sementara 16 klub Super League, termasuk Semen Padang yang sudah terdegradasi, mendapatkan lisensi ACL 2, yang artinya secara otomatis mendapatkan lisensi Super League.

Saat mengungkapkan alasannya, Steven mengatakan hal ini dikarenakan fokus utama PSIM musim ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub setelah promosi ke kasta tertinggi untuk pertama kalinya setelah absen selama 18 tahun.

Selain itu, ketersediaan kuota partisipasi turnamen tingkat benua yang masih sangat minim juga menjadi alasan mengapa PSIM tak mengajukan lisensi ACL 2.

“Sebagai tim yang baru kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama, fokus utama manajemen PSIM di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League 2025/26,” kata Steven.

Dengan hasil "granted" ini, Steven mengaku bersyukur proses panjang ini membuahkan hasil positif.

Ia juga memastikan manajemen terus mencermati segala perubahan aturan yang harus ditaati untuk bisa mendapatkan lisensi dan mengamankan tim karena adanya konsekuensi serius apabila sebuah klub gagal memenuhi kriteria wajib, yaitu pengurangan poin di awal kompetisi.

Saat ini, PSIM berada di posisi ke-11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan. Di dua laga terakhir musim ini, mereka akan menghadapi dua tim asal Jawa Timur, dimulai pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB menjamu Madura United, kemudian ditutup dengan laga tandang kontra Arema FC pada Jumat (22/5) pukul 15.30 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.