Menyedihkan, Ternyata PSIM Tidak Lolos Lisensi ACL 2
Jumat, 15 Mei 2026, 06:36 WIBYOGYAKARTA â Bersama PSBS Biak ternyata nasib yang diterima PSIM Yogyakarta juga tak lolos lisensi ACL 2. Maka, PSIM menargetkan mendapatkan lisensi kompetisi bermain di kompetisi Asia (AFC), dalam hal ini di Liga Champions Asia Dua (AFC Champions League Two/ACL 2) musim depan untuk membuka kelayakan partisipasi Laskar Mataram di kompetisi kasta kedua Asia ini musim depannya lagi pada 2027/2028.
Hal ini dikatakan General Manager PSIM, Steven Sunny, setelah juara Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 ini menjadi satu dari hanya dua tim BRI Super League musim ini yang tak mendapatkan lisensi ACL 2 bersama PSBS Biak.
âUntuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/27), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/28,â kata Steven, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.
Dalam paparan hasil lisensi klub siklus musim ini, PSIM tercatat hanya mendapatkan status "granted" untuk berkompetisi di Super League pada musim depan, sementara 16 klub Super League, termasuk Semen Padang yang sudah terdegradasi, mendapatkan lisensi ACL 2, yang artinya secara otomatis mendapatkan lisensi Super League.
Saat mengungkapkan alasannya, Steven mengatakan hal ini dikarenakan fokus utama PSIM musim ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub setelah promosi ke kasta tertinggi untuk pertama kalinya setelah absen selama 18 tahun.
Selain itu, ketersediaan kuota partisipasi turnamen tingkat benua yang masih sangat minim juga menjadi alasan mengapa PSIM tak mengajukan lisensi ACL 2.
âSebagai tim yang baru kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama, fokus utama manajemen PSIM di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League 2025/26,â kata Steven.
Dengan hasil "granted" ini, Steven mengaku bersyukur proses panjang ini membuahkan hasil positif.
Ia juga memastikan manajemen terus mencermati segala perubahan aturan yang harus ditaati untuk bisa mendapatkan lisensi dan mengamankan tim karena adanya konsekuensi serius apabila sebuah klub gagal memenuhi kriteria wajib, yaitu pengurangan poin di awal kompetisi.
Saat ini, PSIM berada di posisi ke-11 dengan 42 poin dari 32 pertandingan. Di dua laga terakhir musim ini, mereka akan menghadapi dua tim asal Jawa Timur, dimulai pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB menjamu Madura United, kemudian ditutup dengan laga tandang kontra Arema FC pada Jumat (22/5) pukul 15.30 WIB.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jaga Kestabilan Harga, Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah
-
Xiaomi Fan Festival 2026 Hadirkan Promo Global dan Perkuat Ekosistem Smart Living
-
Jadwal Super League Pekan ke-29: Laga Kandang PSIM Versus Persija Dipindah ke Bali dan Tanpa Penonton
-
Kuota Mudik Gratis Jambi Ludes Sekejap, Peminat Membludak
-
Ombudsman Sarankan Bangka Belitung Intensifkan Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako
-
Liga Champions: Rice Tambah Daftar Cedera Arsenal Jelang Laga Penentuan Kontra Sporting
-
Persebaya Digulung 5-1 Borneo FC, Persija Jakarta Lengser dari Posisi Kedua Klasemen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.