DPR Soroti Ancaman Rokok Ilegal terhadap Industri Rokok Nasional

Kamis, 14 Mei 2026, 16:20 WIB

Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta pemerintah untuk memberikan dukungan nyata terhadap industri padat karya, khususnya industri rokok, melalui regulasi yang memberikan kesempatan bagi sektor tersebut untuk bertahan.

"Ketika kemudian ada semangat ingin membangun bangsa dari industri padat karya yang juga memberikan sumbangan terhadap fiskal negara, negara juga harus bisa menjaganya dari sisi-sisi lain," kata Herman di Jakarta, Kamis (14/5).

Ket. Foto: Buruh pabrik rokok di salah satu industri rokok di Malang. — Sumber: Antara

Dia mengatakan sektor tersebut telah terbukti menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat secara luas. Dalam satu pabrik rokok, menurut dia, sektor itu bisa melibatkan hingga sekitar 1.000 karyawan dari tenaga kerja lokal.

Dia menilai bahwa kini industri rokok tengah dihadapkan dengan aturan-aturan yang semakin ketat. Di sisi lain, kini industri sektor itu juga menghadapi tantangan dari peredaran rokok ilegal.

Selain penyerapan tenaga kerja, menurut dia, industri rokok juga berkontribusi terhadap pendapatan negara melalui pembayaran pajak dan cukai. Kondisi itu selanjutnya akan memperkuat instrumen konsumsi publik yang menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menjelaskan bahwa data pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 menunjukkan bahwa kontribusi industri pengolahan terhadap PDB bisa mencapai 19,07 persen yang menjadikannya sebagai salah satu sektor penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi nasional.

Maka dari itu, dia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk menjaga industri yang patuh terhadap aturan ini dari ancaman produk ilegal yang merugikan berbagai aspek.

Rokok ilegal, kata dia, telah merugikan negara karena tidak memiliki standar kualitas yang jelas serta tidak memberikan kontribusi pada pendapatan negara.

Lebih lanjut, menurut dia, pemerintah juga perlu menegakkan hukum secara tegas dan keras terhadap peredaran rokok ilegal. Upaya menjaga ruang industri rokok akan menjadi kontraproduktif jika peredaran produk ilegal tetap marak di tengah masyarakat.

"Kita harus mendukung industri terus tumbuh dan berkembang di Indonesia," katanya.

Data penelusuran ANTARA menyebutkan, industri rokok atau Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia saat ini masih menjadi salah satu sektor manufaktur besar yang sangat berpengaruh terhadap ekonomi nasional.

Terbukti, kontribusi cukai hasil tembakau pada 2024 mencapai sekitar Rp216,9 triliun dan sektor ini menyerap sekitar 5,9–6 juta tenaga kerja, mulai dari petani tembakau dan cengkeh, buruh pabrik, distributor, hingga pedagang kecil. 

Indonesia juga termasuk salah satu eksportir produk tembakau terbesar dunia, dengan nilai ekspor produk hasil tembakau pada 2024 mencapai sekitar 1,85 miliar dolar AS.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.