Generasi Emas AS Dongkrak Harapan Tuan Rumah di Piala Dunia 2026

Selasa, 12 Mei 2026, 08:50 WIB

LOS ANGELES — Status sebagai tuan rumah, hasil undian grup yang relatif menguntungkan, serta materi pemain bertalenta yang disebut sebagai “generasi emas” membuat tim nasional Amerika Serikat datang ke Piala Dunia dengan rasa optimistis tinggi. Pelatih Mauricio Pochettino bahkan menantang publik untuk mulai percaya bahwa negaranya mampu menciptakan kejutan besar.

“Kenapa bukan kami?” demikian keyakinan yang terus digaungkan Pochettino sejak mengambil alih kursi pelatih tim nasional AS pada akhir 2024.

Ket. Foto: Mauricio Pochettino. — Sumber: AFP

Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat memang lebih dikenal sebagai kekuatan global di berbagai bidang ketimbang raksasa sepak bola dunia. Namun sejak terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 1994, perkembangan sepak bola di Negeri Paman Sam meningkat pesat. Kini, AS tidak lagi sekadar pelengkap turnamen.

Sejumlah pemain muda Amerika telah menjadi andalan klub-klub elite Eropa. Christian Pulisic bermain untuk AC Milan, sementara Weston McKennie menjadi motor lini tengah Juventus. Kapten tim Tyler Adams juga tampil impresif bersama AFC Bournemouth di Liga Primer Inggris.

“Saya berada di sini karena saya percaya kami bisa menang,” ujar Pochettino, mantan pelatih Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Paris Saint-Germain tersebut.

Meski begitu, Amerika Serikat tetap belum disejajarkan dengan para favorit utama seperti Prancis, Spanyol, dan Argentina.

Di fase grup, AS tergabung bersama Paraguay, Australia, dan Turki di Grup D. Namun untuk melangkah jauh, mereka hampir pasti harus mengatasi lawan-lawan elite dari Eropa atau Amerika Selatan.

Inkonsistensi juga masih menjadi persoalan utama. Setelah sempat meraih kemenangan penting atas Uruguay dan Paraguay tahun lalu, tim asuhan Pochettino justru menelan kekalahan telak 2-5 dari Belgia dan kalah 0-2 dari Portugal pada Maret lalu.

Kondisi performa Pulisic di Milan turut memunculkan kekhawatiran. Penyerang berusia 27 tahun itu belum mencetak gol sejak Desember dan kini tidak lagi selalu menjadi pilihan utama di klubnya.

Pochettino bahkan sempat mengakui bahwa skuadnya belum memiliki pemain yang masuk dalam daftar 100 terbaik dunia, sebuah pernyataan yang menambah tekanan terhadap para bintang Amerika.

Namun, optimisme belum sepenuhnya luntur. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, AS membawa skuad termuda kedua di turnamen dan mampu mencapai babak 16 besar sebelum disingkirkan Netherlands national football team.

Kini, bermain di kandang sendiri menjadi modal besar untuk melangkah lebih jauh. Pemain seperti Timothy Weah dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pochettino sendiri terus bereksperimen dengan komposisi pemain dan variasi taktik. Skuad final yang diumumkan akhir bulan ini diperkirakan akan memadukan tiga kelompok utama: pemain lokal yang bersinar di Eropa, talenta diaspora, serta sejumlah bintang Major League Soccer.

Selain Pulisic dan McKennie, lini depan AS kemungkinan dipimpin Folarin Balogun, striker kelahiran Inggris yang tengah tajam bersama AS Monaco. Sementara pemain berdarah ganda lain seperti Sergino Dest, Antonee Robinson, dan Malik Tillman juga diproyeksikan memainkan peran penting.

Dari kompetisi domestik MLS, nama seperti Diego Luna diharapkan mampu menunjukkan kualitas liga Amerika yang terus berkembang.

Secara keseluruhan, kemajuan sepak bola Amerika Serikat memang sulit dibantah. Setelah absen selama empat dekade hingga lolos ke Piala Dunia 1990, AS kini hampir selalu tampil di putaran final dan beberapa kali melampaui fase grup.

Prestasi terbaik mereka di era modern tercipta pada Piala Dunia 2002 ketika tim asuhan Bruce Arena menembus perempat final setelah menyingkirkan Portugal dan mengalahkan Meksiko di fase gugur sebelum dihentikan Jerman.

Karena itu, mencapai delapan besar dianggap sebagai target realistis bagi AS di Piala Dunia 2026. Namun bagi Pochettino, mimpi yang lebih besar tetap harus dipelihara. “Kita harus bermimpi. Mimpi bisa menginspirasi kenyataan,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.