Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Naik bila Tekanan Minyak Lampaui APBN

📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Naik bila Tekanan Minyak Lampaui APBN Doc: ANTARA
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3/2026).

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik bila harga minyak dunia terus melonjak dan melampaui kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali, nggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (06/3).

Namun, dia menggarisbawahi, kenaikan itu baru akan terjadi bila APBN sudah tidak mampu mengimbangi tekanan harga minyak dunia.

Menurut Purbaya, hasil perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) bila harga minyak bertahan pada level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun dan tidak ada intervensi dari pemerintah.

Namun, Purbaya memastikan bakal mengambil langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN.

Selain penyesuaian harga BBM, opsi lain yang juga tersedia adalah realokasi belanja negara. Sejumlah anggaran program yang memiliki tingkat urgensi rendah bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fiskal. Sedangkan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat tidak akan digeser dan tetap menjadi prioritas belanja.

Dia mencontohkan program yang masih memiliki ruang realokasi anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran tidak terjadi pada fungsi inti program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung, seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan Indonesia pernah menghadapi tekanan harga minyak dunia yang lebih besar sebelumnya, dengan rekor harga minyak mencapai sekitar 150 dolar AS per barel. Perekonomian nasional pun tetap mampu bertahan melalui tekanan tersebut.

Purbaya optimistis fase lonjakan harga minyak kali ini juga bisa dilalui. “Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh nggak ekonominya? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” ujarnya.

Harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, dimana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga BBM bersubsidi tidak naik dan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah, terutama menjelang Idul Fitri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.