Foto: Siloam, GKCI, dan RSPON Perluas Akses Penanganan Tumor Otak Tanpa Operasi Terbuka

  • Ads

    Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4
    📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 12:30 WIB
    Foto: Siloam, GKCI, dan RSPON Perluas Akses Penanganan Tumor Otak Tanpa Operasi Terbuka

    Dari kiri ke kanan] dr. Erick Prawira Suhardhi - Hospital Director, Siloam Hospitals Lippo Village dan dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS - Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Siloam International Hospitals, GKCI, dan RSPON, Jumat(8/5/2026).Kasus gangguan neurologi dan bedah saraf di Indonesia, seperti tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan gangguan saraf lainnya, terus meningkat dan membutuhkan penanganan yang presisi serta terintegrasi. Tumor otak dapat berasal langsung dari jaringan otak (tumor primer) atau dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis). Sekitar 15–30% kasus tumor otak merupakan metastasis, yang umumnya berasal dari kanker paru-paru, payudara, dan ginjal. Namun, akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif masih terbatas, sehingga tidak sedikit pasien yang harus mencari layanan ke luar negeri. Maka dari itu, kehadiran teknologi penanganan modern yang minim invasif di Indonesia sangat dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat atau pasien yang dapat terlayani tanpa harus ke luar negeri.

    20260509122221_IMG_20260509_055309.jpg

    Dari kiri ke kanan] dr. Erick Prawira Suhardhi - Hospital Director, Siloam Hospitals Lippo Village dan dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS - Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Siloam International Hospitals, GKCI, dan RSPON, Jumat(8/5/2026).Kasus gangguan neurologi dan bedah saraf di Indonesia, seperti tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan gangguan saraf lainnya, terus meningkat dan membutuhkan penanganan yang presisi serta terintegrasi. Tumor otak dapat berasal langsung dari jaringan otak (tumor primer) atau dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis). Sekitar 15–30% kasus tumor otak merupakan metastasis, yang umumnya berasal dari kanker paru-paru, payudara, dan ginjal. Namun, akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif masih terbatas, sehingga tidak sedikit pasien yang harus mencari layanan ke luar negeri. Maka dari itu, kehadiran teknologi penanganan modern yang minim invasif di Indonesia sangat dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat atau pasien yang dapat terlayani tanpa harus ke luar negeri.

    20260509122222_IMG_20260509_055135.jpg

    David Utama - Presiden Direktur Siloam International Hospitals menyampaikan  sambutan di hadapan para tamu undangan dalam acara Penandatanganan Nota  Kesepahaman (MoU) antara Siloam International Hospitals, GKCI, dan RSPON, Jumat  (8/5/2026).Dalam upaya memperluas akses terhadap layanan ini, Siloam International Hospitals melalui Siloam Hospitals Lippo Village menjalin kemitraan strategis dengan PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan di RSPON. Kerja sama ini akan dijalankan melalui sistem rujukan yang terkoordinasi, di mana Siloam bekerjasama dengan RSPON berperan sebagai pusat rujukan nasional yang melakukan evaluasi dan rujukan pasien. Dalam pelaksanaannya, Siloam melalui Siloam Hospitals Lippo Village memberikan dukungan layanan terpadu yang mencakup aspek administrasi hingga observasi pasien. Sementara itu, GKCI berperan sebagai penyedia layanan Gamma Knife Surgery dengan dukungan teknologi radiosurgery. Melalui kolaborasi ini, pasien diharapkan dapat memperoleh alur perawatan yang lebih terintegrasi, mulai dari konsultasi, tindakan, hingga pemantauan pascatindakan.

    20260509122221_IMG_20260509_055206.jpg

    dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS - Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak  Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) menyampaikan sambutan di hadapan para tamu undangan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Siloam International Hospitals, GKCI, dan RSPON, Jumat (8/5/2026). Selain layanan klinis, kolaborasi ini juga mencakup kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop, dan program edukasi sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas tenaga medis di Indonesia. Sebagai pusat layanan Gamma Knife pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak 2013, serta satu-satunya fasilitas radiosurgery di rumah sakit swasta di Indonesia, GKCI melihat kemitraan ini sebagai langkah penting dalam menjawab kebutuhan layanan neurologi yang semakin kompleks di Indonesia. “Dengan meningkatnya kebutuhan penanganan kasus saraf yang memerlukan presisi tinggi, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pasien terhadap Gamma Knife Surgery dengan alur layanan yang lebih terintegrasi bersama Siloam dan RSPON sebagai pusat rujukan

Berita Foto Terkait

Lihat berita foto lainnya di halaman : Kumpulan Berita Foto
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.