Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kata Antropolog tentang Tren Frugal Living di Kalangan Anak Muda

📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 11:17 WIB | Oleh:
Kata Antropolog tentang Tren Frugal Living di Kalangan Anak Muda  Doc: Freepik

JAKARTA - Tren frugal living atau gaya hidup hemat berpotensi bertahan dalam jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran finansial dan pola konsumsi selektif di kalangan generasi muda.

Antropolog Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai tren hidup hemat saat ini memang dapat berubah mengikuti perkembangan gaya hidup dan estetika yang terus bergerak cepat.

“Kalau sekarang ini mungkin tren aja ya, jangka pendek. Karena kita lagi di dalam dunia yang cepat sekali perubahannya,” kata Semiarto, Jumat.

Meski demikian, ia menilai prinsip hidup hemat dan konsumsi yang lebih rasional kemungkinan tetap bertahan karena generasi muda semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan.

“Kesadaran finansial kita kan makin tinggi. Kesadaran untuk menabung, untuk budgeting,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi pola kerja berbasis gig economy yang membuat pendapatan generasi muda cenderung tidak selalu stabil setiap waktu.

“Kita hidup di dalam konteks ekonomi yang berbasis gigs. Ada kalanya punya uang cukup banyak, tapi ada kalanya kosong,” katanya.

Karena itu, menurut dia, generasi muda saat ini semakin selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran dan lebih mengutamakan pengalaman dibanding kepemilikan aset.

“Prioritas sekarang memang bukan pada kepemilikan, tapi pada pengalaman dan well being,” ujar Semiarto

Ia menilai kebutuhan akan kenyamanan kini juga semakin fleksibel karena banyak layanan yang memungkinkan masyarakat menikmati fasilitas tertentu tanpa harus memilikinya secara permanen.

“Kita bisa tinggal di apartemen atau sewa. Pilih kendaraan online premium tanpa harus beli mobil premium,” katanya.

Menurut Semiarto, aspek yang kemungkinan berubah lebih cepat adalah frugal living sebagai tren estetika, seperti gaya berpakaian atau tampilan visual yang saat ini cenderung sederhana dan minimalis.

“Yang mungkin berubah cepat adalah frugal living sebagai tren estetika,” ujarnya.

Namun, ia menilai prinsip efisiensi dan konsumsi selektif kemungkinan tetap bertahan karena masyarakat urban semakin adaptif terhadap tekanan ekonomi perkotaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Tidak Simpel, Liga Putri In...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.