Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen PPPA Veronica Tan Targetkan Program Kebun Pangan Lokal Tuntas dalam 3 Tahun

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Wamen PPPA Veronica Tan Targetkan Program Kebun Pangan Lokal Tuntas dalam 3 Tahun Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani, berdialog dengan pewarta selepas menjadi pembicara dalam forum restoratif perhutanan sosial bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

LABUAN BAJO - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menetapkan target ambisius untuk menuntaskan masalah kemiskinan dan gangguan kesehatan anak di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dalam kurun waktu tiga tahun.

Melalui skema Kebun Pangan Lokal, kedaulatan pangan dijadikan instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus menekan angka kerentanan sosial. Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya konkret untuk menjawab tantangan prevalensi stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini masih menyentuh angka 31,4 persen pada Kamis (7/5).

"Pemberdayaan perempuan menjadi target jangka tiga tahun yang kita rencanakan. Entry point kita adalah melalui Kebun Pangan Lokal Perempuan ini," kata dia usai forum restoratif perhutanan sosial bersama Kementerian Kehutanan di Kampus Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Labuan Bajo, NTT, Kamis.

Veronica optimistis program pemberdayaan perempuan melalui skema Kebun Pangan Lokal itu bisa berdampak signifikan dalam memecahkan masalah kemiskinan dan gangguan kesehatan anak wilayah 3T sebagaimana yang sudah mereka targetkan.

Keyakinan tersebut kian besar setelah program rintisan Kementerian PPPA ini mendapatkan dukungan dari berbagai sektor, seperti Kementerian Kehutanan yang memberikan akses pemanfaatan hutan seluas 648,65 hektare untuk enam kelompok tani hutan di Nusa Tenggara Timur yang mayoritas perempuan melalui skema Perhutanan Sosial.

Dengan memanfaatkan akses lahan di perhutanan sosial itu, dia memastikan petani perempuan NTT memiliki kemandirian ekonomi yang kuat sehingga dapat menekan angka kerentanan sosial di keluarga.

Hal tersebut tak lepas dari prevalensi anak stunting di NTT masih berada pada angka 31,4 persen, jauh di atas rata-rata nasional, sementara kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menjadi tantangan serius yang saling berkaitan berakar pada persoalan ekonomi.

"Jujur ya, saya terharu dan juga saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama antarkementerian dan juga lembaga. Jadi ini hasil kolaborasi dan saling terbuka mau mencari cara dan juga inovasi untuk kita bergerak sebagai piloting menjadikan NTT sebagai percontohan nasional kedaulatan pangan-perberdayaan perempuan," kata dia.

Veronica menambahkan bahwa keberhasilan program dalam tiga tahun ke depan juga sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah daerah dengan yayasan dan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibillity (CSR). Dengan begitu semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat dari program kedaulatan pangan-perberdayaan perempuan seperti ini.

"Kami mengajak semua pemerintah daerah agar program ini tidak hanya di sini, tetapi nanti juga di Maluku, di Papua, dan lainnya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.