Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: Bantuan Pangan Jadi Stimulus Ekonomi dalam Jaga Konsumsi Rumah Tangga

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 07:36 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tertinggi ada di pengeluaran kelompok restoran dan hotel dengan 7,38 persen dan kelompok transportasi dan komunikasi 6,91 persen. Sementara kelompok makanan dan minuman selain restoran punya andil terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga di 4,54 persen.

Amalia menyatakan, berbagai kebijakan ekonomi yang diimplementasikan pemerintah merupakan instrumen yang mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini pun termasuk paket stimulus ekonomi yang mendorong konsumsi masyarakat, seperti program bantuan pangan.

Kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi, tingkat suku bunga acuan, paket stimulus ekonomi dalam rangka mendorong konsumsi serta kebijakan belanja yang lebih tepat sasaran untuk aktivitas yang lebih produktif, dinilai turut mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan satu 2026.

"Selanjutnya dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan satu 2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yakni sebesar 2,94 persen, jelas Amalia.

Hal itu didorong momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri serta berjalannya program-program prioritas pembangunan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program fiskal sepanjang tahun ini, termasuk bantuan pangan, guna menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, pada triwulan pertama, berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadi bantalan dalam menghadapi dampak gejolak global yang masih berlangsung.

"Nah kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga momentum pencapaian target pertumbuhan di tahun 2026 dan menjadi buffer terhadap gejolak ekonomi global. (Termasuk) akselerasi bantuan pangan April-Juni sebesar 33,2 juta keluarga penerima manfaat," kata Airlangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.