Kementan Bidik Bima Jadi Hub Unggas Indonesia Timur, Bangun Pabrik Pakan dan 60 Ribu Induk Broiler

Selasa, 05 Mei 2026, 08:32 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian menggenjot hilirisasi ayam terintegrasi (HAT) di Pulau Sumbawa untuk menjadikan Bima sebagai pusat produksi unggas baru di kawasan timur Indonesia. Langkah ini ditarget menekan ketergantungan pasokan dari luar wilayah sekaligus buka peluang ekspor ke Timor Leste.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, menyebut HAT dirancang sebagai model peternakan terpadu dari hulu ke hilir. “Program HAT ini kami dorong sebagai model pengembangan peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat rantai pasok, dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” kata Makmun dalam rapat koordinasi di Kabupaten Bima, Jumat (1/5).

Ket. Foto: Kementerian Pertanian menggenjot hilirisasi ayam terintegrasi (HAT) di Pulau Sumbawa untuk menjadikan Bima sebagai pusat produksi unggas baru di kawasan timur Indonesia — Sumber: Antara

Ekosistem Lengkap: Breeding, Pakan, hingga Hatchery 

Hasil survei menunjukkan Bima siap jadi klaster utama. Empat lokasi untuk breeding parent stock (PS) dan satu lokasi pabrik pakan dinyatakan memenuhi syarat teknis. Pada tahap awal, akan dibangun 2 unit farm PS broiler berkapasitas 60.000 ekor yang tersebar di Pulau Sumbawa. Unit hatchery juga disiapkan untuk menjamin pasokan bibit unggas berkelanjutan.

Dengan ekosistem lengkap mulai pembibitan, pakan, hingga pengolahan, pelaku usaha dan peternak lokal tak lagi jalan sendiri. “Dengan langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, BUMD, dan pelaku usaha lokal, diharapkan peternak tidak lagi berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Wakil Bupati Bima Irfan Zubaedy.

Bidik Pasar NTT hingga Timor Leste

Kementan memproyeksikan hasil produksi HAT Sumbawa tak hanya memenuhi kebutuhan NTB, tapi juga memasok Nusa Tenggara Timur hingga Timor Leste. Potensi pasar ekspor ini diyakini bisa menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Bupati Bima Ady Mahyudi menyatakan dukungan penuh, termasuk penyediaan lahan dan percepatan perizinan. “Kami sangat mendukung pelaksanaan program HAT di Kabupaten Bima dan siap mempercepat implementasinya, termasuk dalam penyediaan lahan dan fasilitasi perizinan,” tegasnya di Rumah Dinas Bupati Bima.

Skema Lahan & Sinergi Pusat-Daerah

Kementan kini mematangkan skema pemanfaatan lahan dengan pemerintah daerah agar memberi kepastian hukum sekaligus manfaat bagi daerah. “Melalui sinergi pusat dan daerah, kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang luas,” tambah Makmun.

Selain Bima, Kabupaten Sumbawa dan Dompu juga menunjukkan kesiapan awal pengembangan HAT. Saat ini masih dalam tahap pendalaman teknis dan skema pemanfaatan.

Dengan percepatan hilirisasi, Kementan menargetkan penguatan produksi unggas nasional, menekan disparitas harga antarwilayah, dan meningkatkan daya saing subsektor peternakan Indonesia secara berkelanjutan.

  • Bima
  • Investasi Peternakan
  • Kementerian Pertanian (Kementan)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.