DPRD DKI Jakarta Desak Penambahan CCTV untuk Berantas Premanisme

Selasa, 05 Mei 2026, 15:05 WIB

JAKARTA - Kalangan legislator di Kebon Sirih menyoroti lemahnya sistem pengawasan keamanan di Jakarta yang dinilai masih menyisakan banyak celah bagi aksi kriminalitas. Minimnya kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku kejahatan leluasa beraksi di ruang publik.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan untuk memperkuat sistem pengawasan melalui penambahan CCTV di wilayah rawan kejahatan. Selain itu, patroli rutin juga dinilai perlu ditingkatkan agar potensi tindak kriminal dapat dicegah sejak dini.

Ket. Foto: Kalangan legislator di Kebon Sirih menyoroti lemahnya sistem pengawasan keamanan di Jakarta yang dinilai masih menyisakan banyak celah bagi aksi kriminalitas. Minimnya kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku kejahatan leluasa beraksi di ruang publik. — Sumber: Pexels

Menurut Kevin, langkah preventif jauh lebih efektif dibanding pola penindakan yang selama ini kerap terjadi setelah kasus ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa aparat baru bergerak ketika sebuah kasus telah viral dan menjadi sorotan publik luas.

"Jangan sampai penegakan hukum terkesan menunggu viral dulu," ujar Kevin beberapa waktu lalu.

Ia juga menyoroti dugaan adanya oknum yang membekingi praktik premanisme di sejumlah wilayah Jakarta. Jika hal tersebut benar terjadi dan tidak ditindak secara tegas, kondisi itu dinilai dapat memperumit upaya pemberantasan kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat.

Fenomena no viral no justice belakangan menjadi sorotan setelah sejumlah video aksi pemalakan, intimidasi, hingga praktik premanisme di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ramai beredar di media sosial. Video-video tersebut memperlihatkan keresahan warga sekaligus menjadi bentuk tekanan publik agar aparat segera turun tangan menangani kasus tersebut.

Kevin menilai maraknya warga yang memilih merekam dan menyebarkan aksi kriminal ke media sosial menunjukkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap respons aparat di lapangan. Menurutnya, masyarakat seharusnya merasa aman tanpa harus menjadikan media sosial sebagai jalur utama untuk mencari keadilan.

DPRD DKI Jakarta pun berharap aparat penegak hukum dapat mengedepankan langkah pencegahan serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Dengan pengawasan yang lebih kuat, patroli yang konsisten, dan penindakan tegas terhadap pelaku maupun pihak yang membekingi, Jakarta diharapkan bisa menekan praktik premanisme yang terus berulang.

Kevin menegaskan keamanan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada viralnya sebuah kasus agar mendapatkan perlindungan dan keadilan yang seharusnya hadir secara cepat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.