Gubernur Pramono: RPTRA Bukan Sekadar Tempat Main, Tapi Pusat Kekuatan Keluarga Jakarta

Senin, 04 Mei 2026, 14:35 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti besarnya tantangan membangun ketahanan keluarga di tengah kehidupan urban Ibu Kota. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5), dengan menekankan bahwa kualitas keluarga akan menentukan masa depan Jakarta secara keseluruhan.

Menurut Pramono, pembangunan kota tidak bisa hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun investasi. Ia menilai kualitas keluarga justru menjadi fondasi utama yang menentukan apakah Jakarta mampu berkembang sebagai kota global yang tetap memiliki ketahanan sosial kuat.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti besarnya tantangan membangun ketahanan keluarga di tengah kehidupan urban Ibu Kota. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di RPTRA Planet Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Berdasarkan data Pendataan Keluarga 2025 melalui Carik Jakarta, tercatat sebanyak 2.448.379 keluarga dengan total 7.162.445 individu berdomisili di Jakarta. Angka tersebut dinilai menjadi alarm sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah agar menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga di tingkat akar rumput.

"Jumlah ini menunjukkan pentingnya program pembangunan keluarga yang terarah dan mampu menjawab kebutuhan warga," ujar Pramono dalam sambutannya.

Pramono menjelaskan, salah satu fasilitas yang kini diandalkan Pemprov DKI untuk memperkuat ketahanan keluarga ialah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Saat ini terdapat 324 RPTRA di seluruh Jakarta dan sebanyak 50 di antaranya berada di wilayah Jakarta Pusat.

RPTRA Planet Senen menjadi salah satu contoh ruang publik yang didorong bukan sekadar tempat bermain anak, tetapi juga pusat interaksi sosial masyarakat. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 951 meter persegi melalui anggaran APBD dan telah diresmikan sejak 13 November 2019.

Melalui skema Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Pemprov DKI juga tengah menyiapkan kebijakan yang lebih luas untuk mendukung pembangunan keluarga. Regulasi itu nantinya difokuskan pada edukasi keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga penyediaan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

"Kami ingin setiap keluarga di Jakarta tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis," katanya.

Selain penguatan ruang publik, Pemprov DKI juga mengintegrasikan berbagai program pendukung keluarga lainnya. Program tersebut meliputi layanan Home Service untuk lansia atau Pasukan Putih, penyediaan daycare di lingkungan perkantoran pemerintah, hingga penguatan aplikasi JAKI untuk mempermudah layanan masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperbarui data penerima KJP dan KJMU, memasang CCTV keamanan di permukiman warga, hingga memperkuat program ekonomi keluarga melalui 420.487 peserta Jakpreneur. Pelatihan kerja di tingkat kelurahan serta job fair rutin di 44 kecamatan juga terus diperluas.

Pramono menegaskan seluruh program tersebut memiliki tujuan besar untuk menjaga stabilitas keluarga di Jakarta. Menurutnya, keluarga yang kuat akan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan berdampak langsung pada pembangunan kota secara berkelanjutan.

"Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi kota yang kuat," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam membangun ketahanan keluarga. Pramono berharap semangat "Keluarga Berkualitas, Jakarta Sejahtera" tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.