Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Sepakat Untuk Atasi Dampak Perubahan Iklim

📅 Senin, 04 Mei 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Sepakat Untuk Atasi Dampak Perubahan Iklim Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Seorang pria jogging di pantai Quy Nhon di Provinsi Gia Lai, Vietnam, usai terjadinya bencana angin topan pada awal November lalu. Pada Minggu (3/5) para pemangku kepentingan dari negara Asean sepakat untuk mengoptimalkan langkah bersama bagi mengatasi kerusakan dan kerugian akibat perubahan iklim.

JAKARTA - Para pemangku kepentingan dari sejumlah negara Asean sepakat mengoptimalkan langkah bersama untuk mengatasi kerusakan dan kerugian akibat perubahan iklim, mengingat ketimpangan kapasitas dan sistem yang terpecah menimbulkan dampak buruk bagi kelompok rentan.

Hal tersebut merupakan hasil dari agenda Pertukaran Pengetahuan Asean terkait Kerusakan dan Kerugian serta Manajemen Risiko Komprehensif, sebagai bagian dari Pekan Iklim Asean 2026 di Filipina, Sabtu (2/5).

Menurut keterangan tertulis Asean yang dipantau di Jakarta, Minggu (3/5), ketua Kelompok Kerja Asean untuk Perubahan Iklim (AWGCC), Santosh Manivannan, menyoroti adaptasi dan pengurangan risiko bencana di kawasan sering berkembang secara terpisah.

"Kita harus mendobrak tembok pemisah antarsektor, sehingga bantuan bisa sampai ke mereka yang paling membutuhkan," kata Manivannan.

Dia pun mengusulkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk penghimpunan data dan analisis serta distribusi langkah sosial demi respons iklim yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, kepala Divisi Ekonomi Sekretariat Asean, Vong Sok, mendorong seluruh negara anggota untuk mengoptimalkan perangkat-perangkat Asean seperti AWGCC untuk menyelaraskan langkah dan menghimpun sumber daya untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

"Kita sudah memiliki arsitektur institusionalnya, sekarang kita harus mengoperasikannya untuk menangani kerusakan dan kerugian akibat perubahan iklim," kata Vong Sok.

Dalam agenda tersebut, para pemangku kepentingan mengungkapkan keprihatinan atas fragmentasi data yang masih terjadi, sehingga para perancang kebijakan tak memiliki rangkaian data koheren di berbagai lapisan untuk membantu pengambilan keputusan secara sigap dan tepat.

Perkuat Koordinasi

Mereka pun mengusulkan pengembangan sebuah metrik standar untuk mendokumentasikan kerusakan dan kerugian iklim dengan bantuan fasilitas Asean yang sudah ada.

Selain itu, perlu pula mekanisme terkoordinasi Asean untuk menangani isu teknis dan legal dalam penanganan dampak iklim, seperti kenaikan permukaan laut dan relokasi masyarakat.

Menurut peneliti senior Resilience Development Initiative (RDI), P Raja Siregar, penentuan lingkup kerusakan dan kerugian terkait iklim di tingkat kawasan akan membantu menyelaraskan kebijakan nasional dan membuka dukungan lebih luas.

Adapun agenda Asean tersebut dapat menetapkan serangkaian rekomendasi strategis, yang salah satunya adalah memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat nasional dan regional.

Kemudian, mengembangkan standardisasi data kawasan untuk kerusakan dan kerugian, serta mendirikan sub-kelompok kerja Asean untuk mengatasi tantangan terkait pulau-pulau kecil dan batas maritim. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.