• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bagaimana Kopi Mungkin dap...

Bagaimana Kopi Mungkin dapat Membantu Anda Melawan Efek Penuaan

Minggu, 03 Mei 2026, 05:56 WIB

Para ilmuwan telah mengidentifikasi mekanisme di mana senyawa kopi dapat membantu tubuh melawan penurunan fungsi yang berkaitan dengan usia.

Sebuah studi baru menemukan bahwa kopi melindungi tubuh dari penuaan dengan cara mengikat reseptor NR4A1, yaitu protein yang terkait dengan pengaturan stres, peradangan, dan perbaikan sel.

Ket. Foto: Para ilmuwan mengidentifikasi kopi melindungi tubuh dari penuaan dengan cara mengikat reseptor NR4A1, protein yang terkait dengan pengaturan stres, peradangan, dan perbaikan sel. — Sumber: Istimewa

Dari Euronews, meskipun penelitian telah mengaitkan konsumsi kopi dengan umur yang lebih panjang dan risiko penyakit kronis yang lebih rendah, bagaimana tepatnya manfaat tersebut terjadi hingga saat ini masih belum jelas, demikian catatan studi tersebut.

Para peneliti di Texas A&M College of Veterinary Medicine & Biomedical Sciences (VMBS) di Amerika Serikat menemukan bahwa senyawa dalam kopi berikatan dengan reseptor dalam tubuh yang dikenal sebagai NR4A1, sebuah protein yang terkait dengan penuaan, respons stres, dan penyakit.

“Kopi memiliki khasiat yang terkenal untuk meningkatkan kesehatan,” kata Stephen Safe, dari VMBS.

“Yang telah kami tunjukkan adalah bahwa beberapa efek tersebut mungkin terkait dengan bagaimana senyawa kopi berinteraksi dengan reseptor ini, yang berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres.”

NR4A1 adalah reseptor nuklir yang membantu mengatur aktivitas gen sebagai respons terhadap stres dan kerusakan dalam tubuh.

Para peneliti menggambarkannya sebagai "sensor nutrisi", yaitu reseptor yang merespons senyawa yang ditemukan dalam makanan dan berperan dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia tubuh.

Protein NR4A1 membantu mengatur peradangan, tingkat energi, dan perbaikan jaringan; semua faktor kunci dalam mencegah kondisi seperti kanker dan penurunan fungsi kognitif.

Minum kopi dan teh dapat melindungi otak dari demensia, menurut sebuah penelitian.

Dalam studi mereka, para peneliti menemukan bahwa senyawa kopi tertentu, khususnya polifenol dan konstituen polihidroksilasi, berikatan dengan reseptor, memengaruhi aktivitasnya.

Tim tersebut juga menemukan bahwa senyawa-senyawa ini dapat memengaruhi perlindungan terhadap penyakit, termasuk mengurangi kerusakan sel dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Ketika NR4A1 dihilangkan dari sel, efek perlindungan tersebut menghilang, yang mendukung peran reseptor dalam memediasi dampak kopi.

“Jika Anda merusak hampir semua jaringan, NR4A1 akan merespons untuk mengurangi kerusakan tersebut,” kata Safe. “Jika Anda menghilangkan reseptor itu, kerusakannya akan lebih parah.”

Terlepas dari temuan ini, para peneliti memperingatkan bahwa manfaat kesehatan kopi tidak terbatas pada satu jalur saja.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Safe. “Kami telah membuat koneksi, tetapi kami perlu lebih memahami betapa pentingnya koneksi tersebut.”

Mekanisme di balik efek kesehatan kopi sedang banyak diteliti. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa konsumsi kopi berkafein dalam jumlah moderat dikaitkan dengan penurunan kecemasan, serta peningkatan kewaspadaan dan perhatian. Kafein juga dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein juga membuat konsumen mengalami peningkatan dalam pembelajaran dan memori, menunjukkan bahwa komponen selain kafein, seperti polifenol, bertanggung jawab atas manfaat kognitif ini.

  • Manfaat Kopi

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.