Bangilun, Kesenian Asli Temanggung yang Diakui Warisan Budaya, Ditampilkan 2.000 Penari di Kledung
Sabtu, 02 Mei 2026, 16:55 WIBTemanggung - Sedikitnya 2.000 penari Bangilun menari kesenian asli Temanggung bersama Bupati Temanggung Agus Setyawan di Rest Area Kledung dalam acara Nyadran Bhumi Phala.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Sabtu (2/5), menyampaikan Bangilun adalah kesenian asli Temanggung yang telah meraih penghargaan warisan budaya non-benda dari Kementerian Kebudayaan RI.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Temanggung pada acara yang digelar pada Oktober 2025, sebagai bentuk apresiasi atas pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional yang sudah menjadi bagian dari identitas budaya Temanggung.
Ia mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi ini, dan menyampaikan penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras para seniman dan seniwati Bangilun yang dengan penuh dedikasi menjaga dan melestarikan seni tradisional ini.
"Bangilun adalah kebanggaan kita bersama, yang tidak hanya menjadi simbol budaya Temanggung, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat Temanggung mampu menjaga warisan leluhur secara swadaya," katanya.
Ia menuturkan, ribuan penari yang terlibat dalam acara tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan rasa cinta terhadap seni budaya.
Menurut dia, selain menjadi ajang apresiasi terhadap seni, acara ini juga merupakan bentuk upaya menjaga dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari tali silaturahmi antar warga Temanggung.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita mempererat hubungan antar warga, menjaga persaudaraan dan kegotongroyongan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Temanggung," tuturnya.
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Temanggung berkomitmen untuk terus mendukung para seniman dan seniwati Bangilun, serta memperkenalkan kesenian ini lebih luas lagi di seluruh desa dan kelurahan di Temanggung.
"Bangilun bukan hanya milik masyarakat sekitar Gunung Sumbing dan Sindoro, tetapi kita akan kenalkan di 266 desa dan 23 kelurahan di Kabupaten Temanggung. Kita akan terus makmurkan budaya ini agar bisa menjadi kebanggaan seluruh masyarakat," katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Baru 21 Provinsi yang Melaporkan Inventarisasi Gas Rumah Kaca
-
Korea Selatan Melakukan Pengiriman Darurat Sistem Pertahanan Rudal untuk Memperkuat Pertahanan AS dan UEA dari Serangan Iran
-
Misa Rabu Abu di Manokawari
-
APINDO Dukung Visi Prabowo Perluas Lapangan Kerja, Dunia Usaha Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
-
Pemkab Belitung Gandeng Komunitas Kendalikan Populasi Anjing Liar
-
Sadora 2026, Cara Seru McDonald’s Indonesia Ajak Anak-Anak Belajar Kebaikan Sambil Menanti Buka Puasa
-
Belum Banyak Kemajuan, EKonomi Nasional Masih Bergantung pada Permintaan Domestik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.